14 June 2019

Bisnis Mau Banyak Untung Atau Mau Banyak Utang ?

Bisnis, Untung Bisnis, Utang Bisnis, Management Bisnis

Tujuan berbisnis semua orang itu sama yaitu menghasilkan uang yang banyak atau keuntungan yang banyak. Cara dapat untung yang banyak juga simpel, dapatkan omset dari produk yang di jual sebesar mungkin sehingga keuntungan yang di dapatkan juga semakin besar.

Tujuan mendapatkan keuntungan besar dari selisih harga penjualan dan modal biaya produksi atau modal pembelian produk dapat di peroleh juga dengan cara yang mudah, cukup dengan menerapkan hukum rata-rata dalam menjual (banyak menjual=>banyak yang menolak=>banyak yang membeli) memungkinkan pebisnis apa saja dapat mencapainya dengan mudah.

Syarat mutlak untuk mencapai omset besar dalam berbisnis juga simpel sebenarnya, lakukan dan terapkan strategi pemasaran sederhana yang diiringi dengan semangat dan motivasi yang kuat untuk menguasai pasar secara luas. Itu sudah sangat cukup di jadikan penyebab tercapainya tujuan tersebut.

Jika bisnis berjalan karena di jalankan dengan cara yang benar progres pertumbuhan dan perkembangan dari bisnis itu pasti akan langsung dapat diirasakan nyata oleh pemilik bisnis itu sendiri.

Lalu bagaimana jika semua cara diatas sudah di jalankan dengan baik tetapi pertumbuhan bisnis masih belum terasa lebih baik malahan kelihatannya semakin menurun sehingga ada kecendrungan terjadi kebangkrutan.

Pertama yang harus di tanyakan adalah apakah benar semua strategi sederhana dalam pengembangan bisnis diatas telah sempurna di jalankan atau hanya teori saja, itu patut di pertanyakan dengan jawaban yang harus jujur. Jika memang jawabannya sudah jujur dan memang strategi itu telah diterapkan dengan benar tetapi bisnis belum ada pertumbuhan yang berarti, mungkin saja kendalanya ada pada kurangnya kesabaran dalam menunggu waktu pencapaian dari hasil penerapan strategi tersebut, karena hasil dari upaya pasti memerlukan waktu. Semakin baik dan sempurna upaya penerapan strategi maka kemungkinan hasil bisa lebih cepat.

Ada beberapa aspek tambahan yang juga harus selalu diingat dalam mengembangkan bisnis, salah satunya adalah cara mengelola uang sejak awal bisnis dimulai. Ada sebagian pebisnis yang memulai usahanya menggunakan modal pinjam dari bank atau pinjam dari investor, langkah ini boleh saja yang penting pengelolaan uang pinjamannya harus benar dan jumlahnya harus sesuai dengan kemampuan, jika berlebihan tentu akan berbahaya karena uang pinjaman harus di kembalikan baik dengan cicilan atau tunai semuanya dalam tempo tertentu.

Penulis lebih menganjurkan teman-teman untuk memulai bisnis dengan menggunakan modal sesuai kemampuan kita saja, alasannya simpel, kita akan di kejar hutang sejak awal memulai dan itu bisa saja menjadi tambahan beban secara pribadi yang berdampak pada konsentrasi pengembangan bisnis. Berbisnis memang harus berani beresiko tetapi terlalu beresiko pasti akan konyol hasilnya.

Salah satu penyebab banyak pebisnis seakan tidak pernah menerima untung dari usaha yang di jalankannya padahal mereka sudah menerapkan semua strategi untuk meraih omset besar dengan cara yang benar adalah karena semakin besar keuntungan yang di peroleh dari bisnisnya semakin besar pula hutang yang harus di bayarkannya.

Sekarang pertanyakan saja untuk diri sendiri, tujuan bisnis kita itu mau memperbanyak untung atau mau memperbanyak hutang ? silahkan kita jawab masing-masing !

Strategi Menghindari terlalu banyak hutang dalam bisnis.
1. Jangan Gampang Berhutang.
2. Hindari prinsip gali lobang tutup lobang.
3. Belanjakan keuntungan bisnis untuk kembali menginvestasikan dalam bisnis.
4. Hindari gaya hidup Boros dan berlebihan yang belum saatnya.
5. Bijak dan Dewasa menyelesaikan masalah yang di hadapi dalam bisnis.
6. tepat sasaran dalam mengatur biaya pengeluaran untuk bisnis.
7. Membuata management keuangan Bisnis sederhana yang baik.
8. Bersyukur dengan hasil pencapaian untuk meredam nafsu dan keinginan berlebihan.

Terimakasih, semoga bermanfaat.
Salam Sukses Selalu.
Depok Bisnis Info (DK)

12 June 2019

Perusahaan MLM (Multi Level Marketing) Harus Kembali Ke Konsep Awal MLM

Bisnis MLM, Konsep MLM

MLM (Multi Level Marketing) sekarang ini masih menjadi pilihan banyak pengusaha sebagai salah satu bisnis yang mereka andalkan. Alasannya sederhana, MLM masih diminati oleh sebagian masyarakat dan modal untuk memuainya juga tidak terlalu besar jika dibandingkan membuka perusahaan konvensional.

Perusahaan MLM dahulu dengan sekarang memang tidak lagi sama,, banyak MLM yang masih eksis hingga sekarang karena melakukan perubahan Market Planenya, dahulu MLM lebih banyak menerapkan sistem MLM Murni atau matahari sedangkan sekarang lebih banyak menerapkan sistem Binary.

MLM Murni Dan Binary memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, di satu sisi Sistem MLM murni lebih mengarahkan semua member bekerja keras dan akan menghasilkan pendapatan yang sesuai dengan kerja kerasnya bahkan peluang untuk bisa lebih dulu sukses dari upline atau sponsor yang mengajaknya lebih besar peluangnya untuk seorang member.

Binary lebih memiliki keunggulan dari kecepatan menghasilkan pendapatan besar yaitu dengan kerja keras sedikit tetapi hasil akan terus menerus mengalir karena hanya dengan 2 kaki atau 2 jalur distributor (member) saja bisa memperoleh hasil yang lumayan.

Kekurangan MLM Murni ada pada pembagian komisi yang kadang di berikan oleh perusahaan tidak terlalu besar kepada Distributor atau mambernya, sehingga ada kesan kurang dari rasa keadilan (entah ini benar atau tidak) semua kembali pada cara pandang dari kedua sisi antara Perusahaan MLM dan Membernya.

Sedangkan keurangan dari MLM dengan system Binary adalah kemungkinan tercipta pelaku MLM yang tidak ingin cape tapi ingin untung besar atau komisi besar karena sistem tersebut. Apalagi jika penduplikasian yang di lakukan oleh perusahaan dan para leader MLM Binary salah, maka akan berakibat fatal.

Semua perusahaan MLM dan para Leadernya sekarang harus banyak belajar dari pengalaman. Keadaan sekarang sudah berbeda dan harus diakui itu benar, semua orang sudah tahu MLM dan Image MLM tidak seperti dulu (Banyak yang belum tahu dengan MLM), keadaan sekarang sudah sangat banyak orang yang gagal dengan MLM (dahulu belum terlalu banyak yang gagal MLM). Dua keadaan ini jangan di anggap remeh dan jangan hanya diantisipasi dengan Kata-kata Motivasi atau hanya semangat sambil "Don't Care" saja, melainkan harus di siasati dengan sebuah stratetegi lebih efektif dan jurus jitu yang lebih condong pada kegiatan Action di lapangan dan bergerak secara Team.

Langkah awal bisa di mulai dengan rubah cara iklan kesuksesan di MLM, karena semua orang lebih banyak mencibir ketika seorang pelaku MLM yang telah sukses berfoto di hadapan hasil peraihannya di MLM. Walaupun tidak semua orang yang negatif atau bahkan mencibir dengan perilaku seperti ini, tetapi gaya MLM seprti ini akan mendorong semua member MLM untuk melakukan hal yang serupa.
Kegembiraan peraihan kesuksesan berupa Mobil Mewah dan Rumah Mewah kadang sering membuat banyak distributor atau member MLM salah meengartikannya sehingga mereka banyak yang berpikir bahwa ikut MLM akan kaya dengan cepat dan mudah.

Perjuangan dan Proses yang di lakukan untuk mencapai kesuksesan kadang lupa di duplikasikan dengan baik dan cara mengelola uang yang dihasilkan dari MLM juga sering di baikan untuk di turunkan sebagai bahan training di bisnis MLM. Pokoknya kalo punya uang beli mobil mewah dan kalo bisa jangan hanya 1 tapi 2 atau 3 dan 4.

Boleh aja sih sebenarnya melakukan itu karena semua itu adalah hak pribadi, tetapi ingat sekali lagi bisnis MLM adalah bisnis Network dan jaringan, orang-orang lebih mudah memahami yang gampang di bandingkan diterangkan yang sulit dan itu masih menjadi wabah cukup berbahaya dalam bisnis MLM.

Orang lebih mudah menilai MLM adalah bisnis yang gampang dan cepet kaya dibandingkan dengan bisnis MLM adalah bisnis yang sama dengan bisnis konvensional dimana semua orang harus berjuang keras dan komitment dalam mewujudkan impiannya.

Selain itu tantangan Bisnis MLM saat ini juga lebih berat karena banyak penganut sebuah agama melalui para guru-guru agamanya menyatakan MLM itu HARAM dan mereka jelas memiliki pengaruh besar dalam kontribusi turunnya TRUST dalam masyarakat tentang MLM.

Sebagian keadaan ini di jadikan angin lalu oleh beberapa perusahaan MLM dan para Leader MLM dan kembali lagi solusinya hanya dengan menerapkan Motivasi balik terhadap tantangan tersebut melalui kata-kata motivasi saja, bahkan ada juga sebagian yang berubah konsep MLMnya menjadi lebih Agamis.

Entah efektif atau tidak pokoknya banyak pengusaha MLM sekarang menerapkan banyak hal untuk mengatasi tantangan yang cukup berat karena berhubungan dengan Agama, dari mulai konsep MLM syariah hingga menjual produk-produk yang berhubungan dengan Agama.

Memang tidak ada salahnya merapkan strategi seperti ini ketika menghadapi tantangan ucapan HARAN tentang MLM dari berbagai penganut Agama saat ini, tetapi satu hal yang harus di ingat merubah konsep MLM dari konsep awal sebagai perusahaan pemasaran berjenjang atau Direct Selling menjadi lebih Agamis akan membuat Target pasar semakin lebih kecil dan terbatas, bahkan yang lebih bahaya lagi perusahaan MLM akan kehilangn Konsep awal sebagai perusahaan MLM.

Lalu bagaimana cara mengatasi tantangan besar seperti ini agar MLM tetap bisa eksis dan di terima oleh masyarakat luas ?

Jawabannya simpel yaitu kemballilah kekonsep awal MLM yang sesuai dengan panduan awalnya yaitu MLM adalah sebuah usaha Independen yang universal dengan sistem keadailan yang sama seperti bisnis konvensional dengan landasan Tujuan yang baik yaitu Sukses diatas kesuksesan orang lain bukan sukses di atas kesusahan orang lain.

Terimaksih.
Semoga bermanfaat dan Salam Sukses Selalu.
Dwi Kurniawan
(Penulis Dan Admin Depok Bisnis Info)

8 June 2019

Konsep Perusahaan Sederhana Yang Akan Mendunia

Bisnis, Cara Mengembangkan Perusahaan, Perusahaan Sederhana Mndunia, Konsep Perusahaan

Mau memiliki perusahaan sederhana dengan prospek yang besar ? Caranya simpel, jalankanlah perusahaan yang kita miliki dengan konsep yang jelas dan konsisten dengan tujuannya. Misalnya, perusahaan yang kita dirikan bergerak dalam bidang Jasa, maka tetap konsistenlah pada bidang itu, jika perusahaan yang didirikan dalam bidang penjualan dan marketing maka konsistenlah dengan tetap menjalankan perusahaan dengan tujuan yang sama yaitu menjual dengan meraih omset terbaik.


Perusahaan yang kita dirikan, tidak harus mewakili jati diri pemiliknya, misalkan pemilik perusahaan berasal dari latar belakang suku tertentu, maka buatlah perusahaan yang mewakili semua suku di Dunia, jika pemilik perusahaan adalah penganut Agama tertentu maka buatlah perusahaan yang dapat mewakili seluruh Agama yang di anut oleh seluruh umat di dunia, karena semua agama, suku dan ras sangat di butuhkan untuk pengembangan perusahaan kedepan. Semua orang yang terlibat dalam perusahaan harus menjadi penggerak yang sejajar dan memiliki Visi yang sama, inilah Team Work. 

Seorang direktur dan komisaris misalnya walaupun keduanya memiliki latar belakang dan status sosial dan keyakinan beragama yang berbeda, perusahaan yang di jalankan tetap harus mewakili dua perbedaan yang ada dari dua kepribadian tersebut. 

Perusahaan harus Independen, Luwes dan Berkarakter.
KFC (Kentucky Fried Chicken) misalnya tidak akan mungkin memiliki cabang di seluruh dunia jika pemiliknya hanya mengembangkannya pada orang-orang yang segolongan dengan pemiliknya saja, baik dari stastus sosial, latar belakang suku atau latar belakang pendidikan serta latar belakang  Agama yang sama dengan pemiliknya. 

Sejak Awal Harland Sanders melupakan semua hal itu dan mulai membentuk sebuah Visi yang jauh lebih luas. hasilnya sangat Luar Biasa dan kita semua menjadi saksi dalam perkembangan KFC yang Mendunia, di semua belahan Dunia, KFC telah membuka cabangnya dan berkembang dengan pesat.

Bayangkan jika saat awal konsep yang di jalankan oleh Harland Sanders dalam mendrive usahanya hanya mewakili segelintir golongan dan hanya menjalankan KFC dengan konsep tidak Universal, maka sampai saat ini kita mungkin tidak akan melihat kehebatan KFC seperti sekarang.

Jadi sekali lagi, latar belakang, status sosial dan Agama apapun yang di anut oleh pemilik sebuah perusahaan sederhana jika mau berkembang harus membuat konsep perusahaan  yang berkonsep Jelas dan Universal.

Salah satu cara mengusai pasar adalah selain memiliki produk berkualitas dan bermutu, perusahaan juga harus memiliki tujuan dan karakter yang jelas sesuai dengan bidang usahanya dan pasti melalui penerapan konsep mencakup pasar yang jauh lebih luas tanpa batasan akan sangat menguntungkan perusahaannya itu sendiri.

Ahlak, Sikap, Perilaku Positif Dan Norma Perusahaan.
Latar belakang, status sosial, Agama yang di anut oleh pemilik perusahaan tentu juga sangat menunjang perkembangan perusahan, bagian ini juga sangat penting dan harus ada dalam karakter cara mengembangan perusahan yang di miliki oleh pemiliknya.

Jika pemilik perusahaan baik dan memiliki karakter positif lebih dominan atau memiliki karakter baik hasil dari ketakwaannya dalam beragama, maka ia akan menjadikan perusahaan memiliki ruh yang sangat baik sehingga perusahaan akan semakin berkembang dengan lebih besar lagi.

Dengan menerapkan nilai-nilai kebaikan seperti dalam memberikan contoh dalam bekerja keras, berjuang dengan cara yang baik dan berbuat banyak kebaikan dalam pengelolaan usaha dan hasil usahanya atau perjuangan yang dilakukan menuju kesuksesan dalam memimpin perusahan akan terduplikasi dengan baik kesemua orang secara personal dalam diri setiap orang yang terlibat dalam perusahaan tersebut sehingga inilah yang akan menjadikan kekuatan besar perusahaan sederhana tersebut sehingga sikap inilah yang akan menjadikan perusahaan itu berkembang mendunia.


Semoga Bermanfaat Dan Salam Sukses Selalu.
Depok Bisnis Info.


3 June 2019

Peluang Bisnis Yang Tetap Dapat Dijalankan Saat Mudik

Bisnis Mudik, Bisnis Lebaran, Bisnis Idhul Fitri, Peluang Bisnis

Mudik untuk menyambut Hari Raya Lebaran bisa menjadi Implemetasi dari Pribahasa "Sambil menyelam minum Air". Artinya saat mudik lebaran bukan hanya untuk tujuan berkumpul merayakan Hari Raya Lebaran bersama keluarga tetapi bisnis atau usaha yang di jalankan oleh pemudik dapat juga di jalankan saat mudik Lebaran dan Idhul Fitri.

Berikut adalah beberapa bisnis yang dapat di kembangkan ketika mudik lebaran.

1. MLM.
Bisnis MLM adalah bisnis yang sangat tepat untuk tetap berjalan walaupun saat mudik lebaran, mengingat bisnis MLM adalah bisnis mengajak orang maka momen lebaran sangat tepat untuk di jadikan momentum positif sambil bersilaturahmi dan prospek.

Cara penerapan Bisnis MLM saat mudik lebaran tentu tidak sama dengan pengembangan di hari-hari biasanya (selain Hari Raya Lebaran), karena waktunya yang terbatas dan momen bertemu dengan orang banyaknya juga sangat singkat maka perlu efektifitas yang maksimal.

Perubahan yang telah di raih sebagai bukti kesuksesan yang telah di capai harus di jadikan iklan agar calon member tertarik dan tetap terjadi prospek. Kadang produk andalan juga bisa menjadi ppenyebab awal terjadi komunikasi untuk memulai prospek, maka saat mudik sangat juga dianjurkan membawa lebih banyak produk sampel dari perusahaan MLM yang di jalankan.

Ada dua tujuan yang kemungkinan bisa di capai oleh seorang pebisnis MLM ketika mudik, yaitu:
1. Produk terjual
2. Penambahan Jumlah calon member dan member.

Selain membawa produk saat mudik, brosur produk dan starterkit baru untuk calon member juga harus di stok lebih banyak agar siap ketika ada calon anggota baru yang mau bergabung.

2. Asuransi.
Bisnis Asuransi juga sangat berpeluang besar untuk di jalankan saat mudik lebaran, karena silaturahmi dengan keluarga dan teman yang jarang terjadi di hari-hari biasa akan lebih mudah terjadi saat lebaran dan Idhul Fitri.

Ini peluang besar untuk di lakukan prospek dengan memberikan wawasan tambahan betapa pentingnya manfaat asuransi, maka kemungkinan keluarga besar dan teman untuk berminat lebih besar.

Hal peenting yang harus di ingat, saat lebaran dan Idhul Fitri semua orang punya uang (THR) maka peluang apapun yang di tawarkan akan bisa di terima dengan mudah. Ingat orang akan mudah membeli sesuatu ketika sedang memiliki uang.

Yang Penting adalah cara penyampaian peluangnya saja harus benar dan pas dengan momentum lebaran dan Idhul Fitri (Singat, padat dan luwes).

Sebenarnya semua bisnis juga memiliki peluang yang sama untuk di kembangkan saat momen lebaran dan Idhul Fitri, semua tergantung kemauan dan penjiwaan dari siapapun yang memiliki bisnis dan seberapa besar kemauannya untuk menjadikan lebaran dan Idhul Fitri sebagai peluang.

Selamat mencoba dan salam sukses selalu.
Depok Bisnis Info.

14 May 2019

Apa Saja Yang Dapat Mempengaruhi Bisnis Bisa Long Term Atau Short Term

Bisnis, Bisnis Long Term, Bisnis Short Term
Bisnis Long Term Atau Bisnis Short Term

Bisnis akan bisa menjadi bisnis Long Term atau Short Term bukan seberapa besar modal yang dimiliki tetapi lebih tergantung pada beberapa hal berikut ini.

  1. Niat Pebisnisnya sejak awal.
  2. Cara Mengelola bisnis yang di lakukan oleh pemiliknya.
  3. Visi yang dimiliki oleh pemiliknya.
Mari kita bahas semua itu lebih dalam lagi.

1. Niat Pebisnis sejak awal.
Semua berawal dari niat. Menurut saya semua hal yang akan dilakukan oleh seseorang sangat tergantung dari niat yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan, demikian pula dengan bisnis. Niat yang dimiliki seorang pebisnis akan menjadi tujuan kemana arah bisnis yang akan di tuju oleh dirinya sendiri. 


Jika pemilik atau pengelola bisnis ingin menjadikan bisnisnya sebagai bisnis jangka panjang maka ia akan berupaya mempersiapkan semua hal termasuk proses alamiah yang sangat penting sebagai penunjang kelangsungan bisnisnya itu untuk jangka panjang.

Apakah proses alamiah itu ?

Proses alamiah dalam berbisnis adalah sebuah keadaan atau tahapan-tahapan yang harus di lalui oleh seorang pebisnis untuk sukses dengan cara-cara yang alami dan bukan instan.

Pebisnis harus menngalami proses merintis, harus mengalami berbagai tantangan atau mengalami berbagai hal lain yang sama dengan semua orang saat berbisnis secara wajar.

Proses normal atau wajar dalam mengembangkan bisnis itu seperti berhitung sederhana, dimulai dari 1 lalu 2 lalu 3 dan seterusnya, itu adalah gambaran gampang dari sebuah proses bisnis yang wajar. Perlu waktu untuk mencapai sebuah tujuan dan perlu adanya tindakan yang maksimal untuk mencapai sebuah tujuan.

Niat seorang pebisnis dalam mengelola bisnisnya sama pereti sebuah tujuan, orientasi bisnis jangka panjang itu bukan hanya ingin menghasilkan keuntungan besar dengan sangat cepat saja sebab jika hanya ini sebagai tujuannya bisa saja pemilik bisnis akan melakukan berbagai cara negatif untuk dapat mewujudkan tujuannya itu.

Keinginan untuk segera dapat untung besar bisa saja menjadi tujuan penuh nafsu yang akan menghalalkan berbagai cara sehingga dapat membuat celah seorang pebisnis lupa diri dan melakukan banyak hal yang merugikan dirinya sendiri.

Niat yang baik adalah modal utama seorang pebisnis untuk menghasilkan bisnis jangka panjang, misalkan saja ketika kita akan menjual sebuah produk, maka kita akan mempersiapkan produk berkualitas sesuai dengan manfaatnya sehingga konsumen yang akan membeli akan merasakan manfaat dari produk yang kita jual tersebut.

Lalu dalam hal pelayanan purna jual, dengan memberikan garansi setelah pembeli membeli produk juga akan menyebabkan bisnis bisa lebih tahan lama, ini adalah bentuk rasa tanggung jawab dan cara memberikan pelayanan untuk tujuan membangun bisnis untuk jangka panjang (Long Term).

2. Cara Mengelola Bisnis.
Bisnis dengan tujuan jangka panjang akan di kella dengan baik, management yang sempurna dan lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan atau sebuah keputusan.

Sebuah bisnis sama seperti mobil semua tergantung sopirnya, jika sopirnya memiliki kepribasian dan sikap positif lebih banyak maka mobil akan berjalan dengan mengikuti aturan di perjalanan yang sempurna, hal ini akan melahirkan perjalanan yang menyenangkan, keselamatan dan tertib.

Mobil yang di kendarai secara ugal-ugalan oleh pengemudinya pasti akan membahaya si pengemudi itu sendiri bahkan orang lain. Bisnis juga demikian jika di kelola secara baik oleh pemiliknya maka bisnis pasti akan bertahan lebih lama.

Dalam berbisnis terlalu takut dengan resiko tidak baik dan terlalu berani dengan resiko juga berbahaya, maka jalanilah bisnis dengan penuh kehati-hatian karena dengan berhati-hati saat menjalankan bisnis itu adalah sikap yang akan melahirkan keputusan sempurna sehingga setiap resiko yang lahir dari sebuah keputusan yang diambil pasti akan mudah juga melahirkan jalan keluar dari setiap resiko tersebut.

3. Visi Yang dimiliki oleh pemiliknya.
Visi adalah tujuan, baik berupa tujuan jangka pendek dan tujuang jangka panjang, dengan memiliki visi seorang pebisnis tanpa sadar telah membuat rencana bisnisnya untuk dapat  bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Apa saja strategi yang akan di buat untuk 1 bulan kedepan misalnya, berarti si pebisnis telah mempersiapkan apa saja yang akan di kerjakannya selama 1 bulan dan Visi untuk 1 tahun kedepan misalnya, hal ini juga secara langsung si pebisnis telah merancang sebuah kegiatan selama 1 tahun, hal ini yang akan mengarahkan bisnis berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga penentuan target melalui visi dan misi tersebut tentu akan menghasilkan banyak karya dan aktifitas yang akan menjadikan bisnis bergulir mengikuti visi yang telah di buat.

Demikian teman-teman semoga bermanfaat, Hal Apa saja yang dapat mempengaruhi Bisnis Bisa Long Term atau Short Term.

Terima Kasih, silahkan berkomentar dan jangan lupa di share jika tulisan ini bermanfaat.
Salam Sukses Selalu.
Depok Bisnis Info.