23 June 2016

Mengapa Bisnis Cenderung Lesu Saat Bulan Ramadhan Dan Lebaran

Bisnis, Info, Bulan Ramadhan, Lesu, Omset, Turun

Bisnis.
Artikel - Bisnis Info.

depok-bisnis-info.com - Turunnya omset pada bisnis saat Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran sudah menjadi hal yang wajar dan dianggap biasa, sebab ada beberap faktor penyebab mengapa di bulan yang penuh keberkahan malah omset bisnis mengalami penurunan, berikut adalah alasannya.
  • Saat bulan Ramadhan aktifitas bisnis biasanya cenderung di kurangi atau bahkan ada yang memang menutup total usaha dan bisnisnya karena sangat menghargai datangnya bulan Ramadhan, hal ini sangat banyak dilakukan pada bisnis yang dapat mengganggu khusunya ibadah banyak orang yang menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan, seperti bisnis kuliner dan makanan misalnya, sekalipun bisnis kuliner tetap berjalan, saat bulan Ramadhan banyak usaha dan bisnis lain selain bisnis kuliner dan makanan yang sengaja di lakukan hanya pada waktu yang singkat tidak seperti biasanya, jika siang hari maka bisnis biasanya berjalan sampai jam 4 sore, atau banyak para pebisnis yang baru membuka bisnisnya saat siang hari, atau sore hari atau bahkan hanya malam hari saja.
  • Saat Bulan Ramadhan banyak para pebisnis dan konsumen yang memang sengaja lebih banyak berkonsentasi dengan ibadah yang dilakukan ketimbang untuk melakukan konsentrasi dalam bertransaksi bisnis.
  • Terpecahnya konsentrasi karena persiapan pulang kampung dan mudik lebaran.
Kedua alasan inilah yang membuat megapa bisnis saat Bulan Ramadhan mengalami kecendrungan menurun dan berkurang aktivitasnya.

Kedua alasan ini juga banyak terjadi bagi para pebisnis dan pelanggan atau konsumen dalam suatu bisnis yang menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan, tetapi ada juga sebagian mereka yang tetap menjalankan bisnisnya tetap normal baik waktu memulai bisnis atau waktu menutup bisnisnya normal seperti hari biasa, walau mereka dalam keadaan berpuasa, mengapa demikian ?
  • Para pebisnis yang menjalankan puasa dengan tetap membuka bisnisnya secara normal adalah mereka yang melihat peluang yang besar, walau dalam keadaan berpuasa para pebisnis yang tetap membuka usahanya secara normal biasanya adalah bisnis yang tidak akan memberikan akibat mengganggu jalannya Bulan Ramadhan atau mengganggu keadaan berpuasa disiang hari, karena bisnis mereka itu tidak sama sekali berhubungan dengan makanan atau bisnis yang lainnya yang dapat mengganggu konsentrasi mereka yang berpuasa.
  • Banyak para pebisnis makanan juga yang tetap buka untuk menjajakan makanan jualan mereka dengan membuka di waktu menjelang buka puasa hingga malam hari bahkan melayani pelanggan hingga masuk waktu sahur, para pebisnis kuliner seperti ini tetap melakukan bisnis dengan maksimal, mereka hanya melakukan perubahan jam buka atau waktu memulai bisnis dan jam tutup bisnis yang mereka jalankan, jika tetap dihitung maka jam buka mereka sama saja dengan berbisnis pada hari-hari biasa.
  • Saat bulan ramadhan ada juga para pebisnis yang tetap tidak mengalami perubahan jam buka atau jam tutup bisnis yang mereka miliki (buka normal seperti biasa), artinya bisnis tetap berjalan seperti biasa tanpa ada perbedaan walau buka dan waktu tutup di Bulan Ramadhan.
  • Ada juga beberapa bisnis yang malah ramai, bahkan lebih ramai sehingga para pebisnis dalam bisnis ini saling berlomba-lomba untuk mendapatkan omset di Bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran, seperti bisnis pakaian dan fashion, baik yang ada di pusat perbelanjaan besar seperti mall atau tempat-tempat dan pusat belanja pakaian atau fashion lainnya.
Terjadinya pengaruh omset dalam sebuah bisnis baik naik omset atau turunnya omset saat Bulan Ramadhan semua tergantung pada masing-masing diri para pelaku bisnis dalam melakukan aktifitas untuk bisnis mereka masing-masing, mereka yang tetap menjalankan bisnis dengan maksimal walau dalam keadaan berpuasa maka mereka akan mendapatkan keberkahan tambahan karena tetap membuka usaha dan bisnisnya walau dalam kondisi beribadah puasa, sehingga omset bisnis mereka akan tetap normal dan stabil bahkan ada yang malah mendapatkan omset lebih besar jika dibandingkan dengan omset pada hari-hari  biasa.

Lalu bagaimanakah dengan bisnis anda sendiri saat bulan Ramadhan seperti sekarang ? Silahkan anda dengan bijak mensikapi datangnya bulan Ramadhan untuk bisnis anda sendiri, semoga apapun keputusan yang anda ambil adalah sebuah keputusan yang benar dan bijaksana untuk diri anda sendiri.

0 komentar:

Post a comment