5 June 2016

Zainudin Penambal Ban Tua Yang Memiliki Jiwa Entrepreneur, Pemberi Semangat Generasi Pebisnis Muda

Bisnis, Info, Entrepreneur, Penambal Ban Tua, Zainudin, Depok, Pasar Musi, Pensiunan, PT KAI, Kereta Api

Bisnis.
Artikel - Bisnis Info.

Zaenudin sosok penambal ban yang telah berusia lanjut tanpa sadar memiliki jiwa Entrepreneur sejak 1976, sosok ini sangat membuat saya kagum dan menurut saya sangat cocok dengan julukan yang saya berikan yaitu salah seorang Entrepreneur angkatan lama, mengapa saya menjuluki beliau seperti itu, berikut kisahnya.

Ketika pagi tadi saya mengantarkan istri untuk membeli beberapa keperluan menjelang hari pertama dibulan puasa yang jatuh pada hari ini 06-06-2016, kebetulan saat setiba di pasar musi depok Timur, motor yang kami gunakan mengalami musibah, tiba-tiba saja salah satu ban motor kami bocor, kepanikan sempat terjadi, karena ditengah kemacetan dan hiruk pikuk suasana pasar membuat kami bingung harus berbuat apa karena suasana pasar musi pagi itu sangat ramai dan penuh sesak dengan para pengunjung yang juga hendak berbelanja.

Tiba-tiba datang seseorang berpakaian seragam keamanan yang saya yakini saat itu sedang bertugas untuk mengatur lalu lintas didalam pasar tersebut, dia menghampiri saya dan berkata, "Bocor bannya ya pak ?" lalu saya jawab sambil bertanya, "Iya pak !!, tempat tambal ban yang terdekat di mana ya pak ?" tanya saya padanya, lalu bapak keamanan ini menjawab, "dekat sini ada pak, bapak jalan saja lurus, nanti di depan sana sebelah kanan ada rumah tukang tambal ban, kalo dia belum buka diketuk saja rumahnya." kata pak keamanan memberikan saran hebatnya kepada saya dan istri yang sedang kebingungan harus berbuat apa karena musibah ini, setelah berterima kasih kepada bapak keamanan tadi, saya langsung menuntun motor untuk segera menuju tukang tambal ban yang telah direkomendasikan pak keamanan kepada saya, tak lama berselang sayapun sampai di lokasi dan ternyata benar apa kata pak satpam, tempatnya tidak terlalu jauh, dan masih tutup pula, ada rasa tidak enak saya untuk mengetuk rumah si penambal ban ini, karena saya sadar diri ini masih terlalu pagi untuk membangunkan tukang tambal ban yang biasanya mereka buka sekitar jam 08:00 pagi atau jam 09:00 pagi, sedang waktu pada jam tangan saya menunjukkan pukul 05:30 pagi.

Rasa takut dan tidak enak untuk mengetuk rumah tukang tambal ban yang belum buka itu akhirnya dapat saya kalahkan, lalu dengan sedikit rasa tidak nyaman karena merasa mengganggu, akhirnya saya ketuk juga rumah itu, lalu saya berkata sambil mengetuk pintu rumah tukang tambalban "Assalamu'alaikum" ucap saya, 2 kali saya ucapkan salam, lalu keluarlah seorang ibu  dengan baik menyambut saya, "Wa'alaikum Salam, Ada apa mas ?" tanya dia kepada saya, lalu saya jawab dengan rasa tidak enak, "Mohon maaf bu ... mengganggu, saya mau minta tolong di tambalkan ban motor saya bu, apakah bisa ?" tanya saya pada ibu tersebut, lalu dia menjawab sambil tersenyum "Oh... silahkan, tunggu sebentar !! Nanti saya beri tahu bapak yah !" kata ibu tersebut sambil bergegas masuk kedalam rumah bermaksud memanggil suaminya.

Tak lama berselang, keluarlah seorang bapak tua dengan bawaan agak kalem dengan gerakan yang juga agak perlahan, lalu dia berkata kepada saya, "Mau tambal ya mas, masukin saja di sini" kata bapak itu sambil menunjuk sebuah tempat yang agak lebar dan luas, "baik, pak !" jawab saya sambil bergegas memindahkan motor saya pada tempat yang telah ditunjuk bapak penambal ban itu tadi.

tak lama motor saya pun mulai di kerjakannya, dengan sigap bapak tua penambal ban ini sangat lincah dan sangat terlihat berpengalaman dalam bidangnya, dia mulai membuka satu persatu dari bagian pada ban motor saya yang bocor itu, awalnya hanya sekedar basa-basi karena saya masih merasa tidak enak telah merepotkan bapak ini untuk membantu saya menambalkan ban motor saya ini, saya berkata  padanya "mohon maaf ya pak mengganggu pagi-pagi" lalu bapak tua ini menjawab dengan senyum "Nggak apa-apa mas, kan memang kewajiban saya sebagai tukang tambal ban, harus siap kapan saja saya untuk dimintai pertolongan karena apa yang saya bisa untuk dilakukan", mendengar perkataan bapak tambal ban tua ini saya terpana, sambil berkata dalam hati saya "Hebat... inilah orang tua yang berprofesi sebagai tambal ban yang memiliki profesionalisme tinggi terhadap profesinya sebagai tukang penambal ban.

Selang beberapa menit, dengan keakraban yang semakin terjalin dari percakapan yang kami lakukan, saya semakin tercengang, ketika bapak tua penambal ban ini bercerita bahwa dia adalah seorang pensiunan PT. KAI (Perusahaan Kereta Api Indonesia), Bp. Zaenudin, bekerja sejak tahun 1974 di PT. KAI dengan jabatan sebagai teknisi kereta api di setasiun senen dan pernah juga bertugas di setasiun manggarai.

Usaha bengkel motor dan tambal ban yang dijalankan oleh Bp. Zaenudin dimulai sejak beliau masih bekerja di PT. KAI sekitar tahun 1976, Pak Zaenudin membuka usaha bengkel sambil bekerja saat itu, dengan memperkerjakan seorang karyawan yang diperbantukan untuk mengurus bengkelnya ketika dia masuk kerja atau bertugas di PT. KAI, setiap pulang bekerja sekitar jam 4:00 atau jam 05:00 sore, Pak Zainudin langsung melanjutkan usaha bengkelnya di rumah, dia mengatakan pada saya, "usaha bengkel ini memang sengaja saya jalankan sebagai persiapan saya pensiun saat itu" katanya.

 waw..... !

semakin tercengang saya mendengar pernyataan Pak Zainudin penambal ban tua ini, ternyata !! 
Jiwa Entrepreneur bukan hanya muncul di Jaman Modern seperti sekarang saja, jika saya melihat sejarah dari Pak Zainudin ini, saya menyimpulkan beliau adalah angkatan lama yang tergolong sebagai Entrepreneur sejak tahun 1976, dimana saat itu situasi dan kondisi untuk mencari pekerjaan belum terlalu sulit jika dibandingkan saat ini, tetapi dengan kondisi yang masih tergolong nyaman sebagai karyawan PT. KAI saat itu, Pak Zainudin telah memikirkan untuk menjadi seorang pebisnis yang seharusnya tidak perlu dia lakukan dengan latar belakangnya sebagai seorang teknisi sebuah perusahaan besar kereta api Indonesia dengan gaji yang pasti bisa saya tebak agak lumayan untuk menghidupi keluarganya saat itu.

Dan beliaupun sempat mengatakan kepada saya dengan nada penuh semangat sambil melanjutkan aktivitas memperbaiki ban motor saya, dia mengatakan "Hidup ini harus optimis, jangan merasa hidup sudah dalam kondisi yang nyaman, karena masa depan itu adalah nasib, masih dapat berubah dan kita tidak tahu akan menjadi apa, sedangkan yang telah terjadi adalah takdir yang sudah tidak dapat dirubah, lihat saja kedepan", katanya sambil menyerahkan kunci motor milik saya yang telah selesai di perbaiki oleh beliau.

Saya sangat terharu mendengar ucapan dan pengajaran tentang kehidupan yang Pak Zainudin berikan pada saya pagi itu, satu lagi bertambahnya wawasan ilmu tentang hidup dan jiwa bisnis dari seorang yang sudah sangat tua tetapi memiliki jiwa Entrepreneur sejati yang sejak lama telah ada mengalir dalam diri bapak penambal ban tua yang berlokasi di Jl. Musi sekitar pasar Musi Kota Depok ini.

Semangat terus Pak. Zainudin, sehat selalu ya pak, dan jangan pernah berhenti untuk selalu memberikan semangat kepada kami, para pemuda bangsa yang memang sangat membutuhkan nasihat dan contoh nyata dari orang tua yang memiliki jiwa pengusaha  dan Entrepreneur seperti Pak Zainudin.

Terima kasih, semoga menjadi inspirasi.
Selamat menunaikan ibadah Puasa untuk semua sahabat, semoga segala ibadah yang dijalankan mendapat kelancaran dan kemudahan, Amin.

Salam Sukses selalu.

0 komentar:

Post a comment