25 July 2016

Cara Berbisnis Dengan Hati-Hati

Bisnis, Info, Hati-hati, Cara

Dalam hidup terpuruk karena kegagalan dalam usaha dan bisnis adalah hal yang lumrah, walau memang mudah untuk di katakan bahwa kegagalan adalah sebuah ujian dan sabar adalah obatnya , tetap kegagalan dalam bisnis memerlukan recovery dengan waktu yang tidak sebentar.

Apalagi jika dalam kegagalan menyisakan hutang yang banyak dan tidak dapat terselesaikan, bagi yang mengalaminya keadaan ini seperti sebuah pribahasa yang kita sering dengar melalui telinga “sudah jatuh tertimpa tangga”.

Gagal saja sudah menyakitkan, apalagi jika kegagalan itu menyisakan hutang yang tidak terbayarkan, pasti keadaan sangat membuat pusing kepala dan orang yang mengalami kejadian ini akan cenderung untuk frustrasi.

Kegagalan sebenarnya dapat di cegah, karena sebuah kegagalan faktor utama penyebabnya adalah kesalahan yang di lakukan oleh si pebisnis itu sendiri, karena itu berhati-hatilah dalam mengambil langkah dalam bisnis, walau langkah itu bertujuan untuk membuat bisnis menjadi lebih besar dan lebih berkembang.

Hati-hati dalam mengambil sebuah keputusan adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kegagalan yang akan terjadi dalam bisnis milik kita.

Berikut adalah langkah hati-hati yang harus di terapkan dalam menjalankan bisnis agar terhindar dari salah mengambil langkah dan keputusan dalam bisnis yang dapat berakibat kegagalan.

  • Jangan mengumbar nafsu dalam menjalankan bisnis, dalam bisnis, kita harus mampu membedakan mana antusias dalam menjalankan bisnis dan mana bernafsu dalam menjalankan berbisnis. Antusias adalah bentuk kesemangatan dalam tindakaan positif yang menghasilkan meningkatnya etos kerja dalam bisnis milik kita, sedangkan nafsu adalah bentuk motifasi negatif yang cenderung tanpa banyak pertimbangan dan analisa dalam gerakannya. Antusias bisa terjadi karena melihat kesuksesan orang lain yang dapat melahirkan tindakan dan aktifitas dalam bisnis yang sering di sebut sebagai duplikasi positif, sedangkan bernafsu karena melihat kesuksesan orang lain dapat mendorong seseorang untuk memiliki sifat "Iri" sehingga si pebisnis cenderung melakukan langkah instan untuk cepat mendapatkan hasil serupa dengan orang yang di contohnya itu.
  • Utamakan etos kerja dalam bisnis untuk menghasilkan omset dan pendapatan yang besar, serta hindari pola berbisnis yang cenderung untuk mengedepankan image (gaya/style) semata tanpa di iringi etos kerja yang tinggi.
  • Jadilah pebisnis yang mengikuti dan tunduk pada aturan agama, norma dan budaya yang baik, hal ini mencegah masuknya pengaruh dan budaya negatif yang dapat berakibat pada kesalahan dalam melakukan managemen diri yang sangat mempengaruhi prilaku berbisnis dan cara berbisnis.
  • Pilihlah pola kehidupan sederhana dan hindari sifat serakah yang menghalalkan berbagai cara untuk meraih materi yang besar dan cepat.
  • Penuhi dan bekali diri dengan ilmu yang selalu bertambah, banyak belajar dari orang lain, baik mengenai kesuksesan ataupun mengenai kegagalan orang lain, lalu ambil hikmah dari kedu hal tersebut dengan bijak, lakukan analisa dengan ilmi dan jadikan hasilnya sebagai bekal untuk diri.

Beberapa hal di atas adalah cara untuk menghindari kegagalan atau cara untuk menghindari kesalah dalam mengambil keputusan, karena sekali lagi, kesalahan dalam mengambil keputusan, kesalahan dalam cara berfikir dan kesalahan dalam berprilaku sangat memungkinkan untuk terjadinya sebuah kegagalan dalam bisnis yang di jalankan.

Bisnis adalah kehidupan, karena itu lakukanlah dan jalankanlah seperti kita menjalani kehidupan, apapun yang akan di kerjakan bukan orang lain yang akan menikmati hasilnya, tetapi semua yang di kerjakan hanya diri sendirilah yang akan menikmatinya, baik hasilnya adalah sebuah kegagalan atau hasilnya adalah kesuksesan.

0 komentar:

Post a comment