16 July 2016

Warning : Masih Adakan "Plonco" Dalam Penyambutan Siswa Atau Maha Siswa Baru Dalam Sekolah Dan Kampus Di Tahun Ini ?

Sosial, Ospek

Masih adakah kegiatan "Plonco" dalam penyambutan siswa baru dalam sekolah atau kampus ? hal ini harus menjadi perhatian khusus untuk semua pihak yang terkait. Budaya salah yang telah terjadi secara turun temurun kadang masih mungkin dapat terjadi jika minimnya pengawasan dari semua pihak, terutama pengawasan yang lebih dari pihak sekolah atau kampus yang bersangkutan. Mengapa Budaya plonco harus diwaspadai, kita harus banyak belajar dari begitu banyak kejadian, baik yang terekspose media ataupun yang tidak terekspose media, kegiatan penyambutan siswa baru atau mahasiswa baru kadang terlalu berlebihan dan dapat berakibat sangat merugikan untuk semua pihak, bahkan ada yang sampai terjadi prilaku kriminal atau pelanggaran hukum dalam kegiatan pengenalan sekolah atau kampus ini, hal seperti ini sudah tidak boleh terjadi lagi.

Kegiatan yang awalnya sangat baik yaitu sebuah bentuk pengenalan sekolah dan kampus yang di adakan oleh sekolah atau kampus itu sendiri akhirnya tercoreng dengan adanya prilaku berlebih dari kakak senior yang diberi tugas untuk mengasuh adik-adik angkatan dalam kegiatan ini. 

Mengapa budaya salah tentang penyambutan siswa baru  atau maha siswa baru selalu diwarnai dengan kegiatan perpeloncoan:
  • Perploncoan terjadi karena kurangnya pengawasan yang ketat dari pihak sekolah atau kampus terhadap kegiatan penyambutan siswa atau maha siswa baru dalam sekolah atau kampus.
  • Adanya rasa dendam yang selalu terbawa secara turun-temurun, seorang kakak kelas atau senior saat dahulu mereka masih menjadi junior menglami juga perploncoan, sehingga ada rasa dendam yang ingin di lampiaskan atau di balaskan ketika para junior ini  menjadi senior. Hal ini terjadi terus menerus dan sulit untuk di hilangkan, sebab saling balas membalas inilah sebagai penyebabnya.
  • Kegiatan perploncoan kadang di buat oleh senior diluar dari kegiatan kampus atau sekolah, sehingga pihak sekolah atau kampus "kecolongan" karena tidak mengetahui kegiatan tersebut.
  • Kurangnya wawasan dalam memberikan materi pengenalan sekolah atau kampus yang lebih tepat dan bermanfaat sehingga tetap menggunakan materi "plonco" sebagai kegiatan penyambutan siswa atau maha siswa baru dalam sekolah atau kampus.
Kerugian yang harus di tanggung oleh pihak sekolah atau kampus jika kegiatan penyambutan dengan cara plonco ini masih terus terjadi yang sangat di khawatirkan adalah terjadinya pembentukan dan karakter siswa atau mahasiswa yang sangat jauh atau bertolak belakan dari sifat dan karakter sebagai siswa dan maha siswa yang notabene adalah terpelajar. Hal ini sangat disayangkan, seharusnya lingkungan sekolah dan kampus yang sangat kental dengan menimba ilmu sehingga mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter terpelajar, cerdas dan intelek dapat berubah menjadi ajang pembentukan karakter dan sifat yang arogan sehingga sangat jauh dari cerminan intelek dan terpelajar, akhirnya harapan bangsa untuk para penerusnya pupuslah sudah.

Berikut adalah beberapa hal yang harus di lakukan oleh pihak sekolah atau kampus dalam mencegah perploncoan agar tidak terjadi secara turun-temurun.
  • Lakukan lebih banyak kegiatan yang positif baik berupa kegiatan utama dalam sekolah atau kampus yang berhubungan dengan akhlak dan pembentukan mental positif yang sangat bermanfaat bagi siswa atau maha siswa dalam sekolah atau kampus.
  • Lakukan lebih banyak acara yang bersifat kebersamaan yang menyenagkan antara pihk sekolah, orang tua, senior dan junior secara bersama-sama agar dalam lingkungan sekolah tercipta suasana yang damai, kasih, sayang dan kebersamaan.
  • Lakukan pengenalan akan masa depan yang lebih keras dan dunia persaingan kerja atau bisnis bagi seluruh siswa atau maha siswa, sehingga timbul pemikiran lebih bermanfaat untuk mereka tentang masa depan (pembentukan kedewasaan dalam berfikir untuk masa depan sejak dini).
  • Perbanyak kegiatan keagamaan dengan mengundang penceramah yang masih muda agar menjadi contoh bagi siswa dan maha siswa.
  • Atau melakukan kegiatan lain seperti konser musik atau kesenian yang disisipkan pesan kebersamaan dan moral di dalamnya.
  • Jika segala upaya telah dilakukan tetapi budaya plonco masih terus terjadi, maka lakukanlah keputusan yang tepat dengan "Menghapuskan kegiatankegiatan yang mendekati atau berpeluang terjadinya kegiatan perpeloncoan dalam sekolah atau kampus, gantilah kegiatan tersebut dengan membuat kegiatan yang lebih efektif dan bermanfaat yang benar-benar bertujuan pengenalan sekolah atau kampus kepas asiswa atau maha siswa baru.
Demikianlah ulasan singkat tentang budaya plonco yang semakin menghawatirkan karena dapat berakibat yang tidak baik dalam dunia pendidikan di negeri kita, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi.
Selamat bersekolah dan kuliah dengan nyaman, maju terus dunia pendidikan Indonesia.
Sukses selalu untuk masa depan.

0 komentar:

Post a comment