11 September 2016

Doodle Google Untuk Hari Kelahiran Takizo Iwasaki Yang Ke-121

Bisnis, Takizo Iwasaki

Salah satu cara dan trik berbisnis Kuliner di Jepang yang dapat kita contoh untuk mengurangi kerugian dalam membuat pajangan makanan dalam etalase toko makanan adalah dengan membuat pajangan makanan yang mirip dengan aslinya (Replika). Makanan replika ini di sebut dengan Sampuru. Manfaat sampuru sangatlah besar dalam bisnis makanan di Jepang, sebab Sampuru merupakan sebuah solusi terbaik sejak lama dalam memperkecil resiko kebangkrutan karena para pebisnis kuliner harus selalu membuat makanan asli dengan biaya yang mahal dan makanan contoh asli yang tidak tahan lama (dapat basi itu) sering di tuding sebagai penyebab banyaknya pebisnis kuliner di Jepang yang mengalami kebangkrutan.


Kisah awalnya Sampuru ini di buat pertama kali oleh Takizo Iwasaki, inspirasinya muncul ketika Iwasaki melihat beberapa temannya yang memiliki usaha kuliner di Jepang sering mengalami kerugian karena harus selalu membuat makanan contoh untuk di pajang, makanan contoh itu tentunya di buat dengan harga yang sangat mahal sebab di buat dari bahan makanan asli, dan makanan asli yang di pajang itu selalu basi jika di pajang terlalu lama di dalam etalase, kendala inilah yang membuat beberapa teman Takizo Iwasaki sering mengalami kerugian, karena setiap membuka bisnis kuliner milik mereka, berbagai contoh makanan yang terbuat dari bahan makanan asli harus di buat sebagai contoh dari masakan yang mereka jual kepada pelanggan.

Keluhan beberapa teman Takizo Iwasaki di tanggapi sangat serius dan akhirnya Iwasaki mulai melakukan beberapa percobaan untuk membuat makan replika, awal pembuatan makanan replika yang di lakukan Iwasaki terinspirasi dari sebuah lilin yang habis terbakar di rumahnya ketika malam, Iwasaki melihat lelehan lilin ini memiliki bentuk yang unik dan sepertinya bisa menjadi bahan untuk membuat replika makanan yang sedang di kerjakannya, lalu Iwasaki mulai membentuk beberapa makanan yang di buatnya dari tetesan lilin tersebut dan hasilnya luar biasa, makanan replika pertama yang di buatnya adalah sebuah dadar telur, dengan jiwa seni yang di miliki Iwasaki telur dadar replika pertamapun selesai di buatnya, bahkan saking miripnya dengan telur dadar asli, Istri Iwasakipun tidak dapat membedakan mana telur adar yang asli dan mana telur dadar yang replika.


Dari keberhasilan pembuatan replika makanan pertama inilah akhirnya Takizo Iwasaki mulai membuat berbagai replika makanan yang di buat dari bahan plastik, bahan plastik dipilih oleh Iwasaki sebagai bahan dasar pembuatan replika makanan karena di nilai lebih kuat dan lebih tahan lama jika di bandingkan membuat replika makanan dengan bahan dasar lilin.

Sebuah ide cemerlang yang di lakukan oleh Takizo Iwasaki dalam membuat replika makanan akhirnya menjadi trend dan banyak diminati oleh banyak pengusaha dan pengelola bisnis kuliner yang ada di Jepang, hasil karya Takizo Iwasaki dinilai sebagai maha karya yang bukan hanya mengandung unsur seni dan keindahan dalam bentuk replika makanan, tetapi juga merupakan sebuah solusi yang sangat membantu banyak pengusaha dan pebisnis kuliner di Jepang saat itu yang harus merugi karena selalu membuat makanan contoh asli setiap mereka membuka usaha bisnis kulinernya.

Bahkan karya seni Takizo Iwasaki hingga kini semakin diminati bukan hanya oleh banyak pengusaha kuliner di Jepang saja, Replika makanan sudah menjadi komoditi Industri yang sangat menjanjikan dengan keuntungan besar dan prospek yang cerah.


Atas kontribusi kreatif yang telah di lakukan oleh Takizo Iwasaki terhadap Bisnis kuliner Dunia, pada hari ini, tanggal 12 September 2016, bertepatan dengan hari kelahiranya yang ke-121, Google memberikan penghargaan kepada Takizo Iwasaki dengan membuatkan Doodle untuk mengenang semua jasa yang telah di berikan Takizo Iwasaki sebagai pelopor pembuat replika makanan Dunia.

0 komentar:

Post a comment