12 September 2016

Terlibat Hutang Dalam Bisnis, Hindari Beberapa Hal Yang Salah Berikut

Bisnis, Hutang

Ketika bisnis mengalami kendala modal atau secara pribadi Anda sebagai pengusaha sedang terlilit hutang, berhati-hatilah dalam mengambil langkah sebagai solusi terhadap permasalahan anda tersebut.

Memiliki hutang adalah hal yang biasa bagi pengusaha, tetapi kadang hutang yang menumpuk dan mendesak untuk di bayarkan, dapat membuat kepanikan sehingga menimbulkan masalah baru yang malah lebih besar dari masalah hutang itu sendiri, karena itu berhati-harilah dalam mencari jalan keluar dari masalah bisnis yang sedang di hadapi seperti ini.

Berikut adalah langkah salah yang harus di hindari :

1. Pinjam uang kepada rentenir.
Meminjam uang pada rentenir bukan solusi yang tepat untuk melunasi hutang, sebab renternir pasti akan memberikan bunga yang sangat tinggi, ini sangat berbahaya untuk diri anda sebagai pebisnis, sebab hutang mungkin dapat anda bayar setelah mendapatkan pinjaman uang dari rentenir, tetapi setelah itu anda masuk kedalam lubang hutang yang lebih besar lagi, dengan bunga yang lebih besar dan resiko yang juga lebih besar.

2. Menjual aset dengan harga murah.
Terpojok karena hutang dapat menyebabkan kepanikan sehingga dapat menyebabkan kesalahan mengambil keputusan yang fatal, seperti menjual aset berharga dengan harga murah, karena membutuhkan uang dengan segera. Ini sering terjadi banyak dalam kasus pebisnis yang terlibat dengan hutang.

Menjual aset dengan tujuan membayar hutang, itu sangat baik tetapi lakukanlah langkah ini dengan hari-hati, dapatkan harga terbaik saat menjual aset yang akan di jual, jangan terburu-buru menjual aset anda, tenangkan diri dan mulailah untuk berfikir dengan jernih dan bijak, sebab apapun yang akan di jual pasti akan ada yang mau membeli, selama yang di jual itu baik dan memiliki manfaat yang tinggi untuk orang lain.

Lakukanlah konsultasi dengan ahli hitung aset yang anda miliki dan dapatkan hasil hitungan yang akurat, sehingga anda akan mendapatkan gambaran yang pasti dan tepat untuk menentukan harga jual yang sesuai dari seluruh aset milik anda tersebut.

3. Melakukan tindakan ilegal dengan membuat investasi fiktif.
Cara ini juga banyak di lakukan oleh para pengusaha atau pebisnis yang terlibat dengan hutang, mereka mencari beberapa orang yang memiliki uang banyak untuk di jadikan investor pada usaha fiktif hasil rekayasa mereka, dengan iming-iming hasil yang besar, untuk lebih memberi daya tarik. Keuntungan yang di berikan bisa berupa bunga besar yang sangat menggiurkan.

Apapun alasannya, langkah yang di lakukan oleh pebisnis yang tidak berfikir panjang seperti ini dapat membahayakan dirinya sendiri, mereka akan terus terlibat dengan kebohongan dalam jangka waktu yang lama, sehingga mereka akan terikat oleh kewajiban untuk selalu membayar uang hasil keuntungan kepada setiap investor yang menanamkan modal pada usaha atau bisnis fiktif hasil rekayasanya sendiri.

Walaupun hutang terbayarkan saat mendapatkan investor, tetapi kewajiban membayar berikutnya lebih besar lagi, yaitu kewajiban untuk memberikan keuntungan kepada para investor yang telah berinvestasi dalam usaha fiktif miliknya itu.

Ketiga langkah berbahaya ini sepatutnya jangan di lakukan, walaupun terlihat dapat memberikan solusi terhadap masalah hutang yang di hadapi, tetapi dampaknya akan lebih besar lagi, yaitu hutang yang akan lebih besar dan berbahaya diri sendiri secara hukum.

Demikianlah penjelasan singkat tentang beberapa hal yang harus di hindari saat terlibat dengan hutang yang banyak saat berbisnis, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk kita semua.

Salam sukses selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment