11 November 2016

Arwah Pahlawan Akhirnya Menangis Menyaksikannya

Pahlawan, Indonesia

Sebagai Anak Bangsa yang sangat bangga lahir dan di besarkan di Tanah Air ini, seharusnya banyak hal yang dapat diperbuat untuk kemajuan Masa Depan Bangsa, minimal sebagai Anak Bangsa yang telah diwarisi Negeri yang merdeka ini dapat menjadikannya sebagai anugerah hasil perjuangan pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Minimal sudah saatnya sebagai anak bangsa kita berhenti untuk bertanya "Apa yang telah Negara berikan untuk diri Ku ?"

Yang lebih baik adalah pertanyakan dalam diri sendiri, "Apa yang telah Aku Berikan Untuk Negara dan Bangsa Ku ?"

Sebuah Bangsa yang bermartabat adalah Bangsa yang tidak melupakan perjuangan pahlawan yang telah mendahului berpulang karena gugur dalam membela Negara di Masa lalu, jika mereka yang telah gugur masih dapat berkata-kata dan memberi nasihat sekarang kepada semua Anak Bangsa yang masih hidup  saat ini, mungkin semua pahlawan yang telah gugur itu akan menangis sambil  menasihati, karena sedih melihat keadaan Negeri ini sekarang.

Mereka bersedih melihat negeri ini, mereka yang gugur tidak meminta untuk di perbagus dan dipercantik makamnya saja, mereka juga tidak meminta namanya di abadikan sebagai nama jalan raya saja, mereka tidak meminta untuk di kenang dan di hormati saja, tapi mereka hanya meminta agar hasil perjuangan yang telah dilakukan dapat diteruskan dengan kemurnian niat dan hati yang tulus suci hanya untuk bangsa, bukan hanya untuk diri sendiri,  kepentingan diri, apalagi untuk memperkaya diri sendiri.

Makna perjuangan dahulu dengan sekarang sudah sangat bergeser, lihat, sekali lagi lihat negeri ini, yang pandai sangat banyak, yang memiliki pengetahuan bernegara sangat lengkap teorinya, tetapi sekali lagi, itu semua masih membuat para pendahulu yang telah gugur karena membela negeri ini menangis menyaksikannya.

Siapa yang salah ?, apakah para pahlawan yang gugur yang salah ? karena mereka belum sempat mewarisi ahlak dan jiwa kebersamaan yang mereka miliki ?


Ataukah para pahlawan belum sempat menduplikasikan pemahaman rela berkorban dengan ikhlas yang sebenarnya ?

Ataukah kita yang hidup di jaman sekarang yang salah ?

Semua pertanyaan hanya diri yang mampu menjawabnya, dan jawaban yang sebenarnya hanya ada dari dalam kalbu masing-masing orang yang masih hidup di Negeri ini sebagai pewaris Bangsa.

Indonesia yang dahulu masih sedikit jumlah orang pandai dan berpendidikan saja, mampu mengusir penjajah hingga tunggang langgang dan akhirnya para penjajah itu mengakui kedaulatan Bangsa ini, tetapi sekarang di saat begitu banyak orang pintar dan berpendidikan Bangsa ini kembali di jajah oleh hawa nafsu dan keinginan dengan keserakahan yang dibenarkan oleh masing-masing diri tanpa aturan yang tidak di ajarkan oleh para pejuang dahulu.

Negeri ini kembali di jajah, dijajah oleh keinginan setiap kepala yang meresa benar, Negeri ini kembali di jajah oleh setiap kepala yang meresa dirinya pantas untuk memimpin dan seakan benar.

Sekali lagi pahlawan yang telah gugur jika melihat dari syurga, pasti akan menangis, mereka menangisi Bangsa yang dahulu pernah diperjuangkan oleh mereka sampai tetes darah penghabisan kini di jajah kembali oleh bangsanya sendiri dalam kepentingan dan keinginan yang berlebihan yang menghalalkan berbagai cara.

Prihatin....

Membangun Bangsa yang besar ini bukan hanya tugas pemerintah dan para pemimpin saja sebenarnya dan juga bukan dengan cara saling menyalahkan dan saling menjatuhkan,  tapi ini adalah tanggung jawab setiap diri yang mengaku Anak Bangsa.

Mulailah untuk  menjadi manusia yang bermanfaat dan  bermartabat,  hentikan sifat egois dan serakah walau hanya kecil yang ada dalam diri,  belajar untuk  menjadi orang yang takut dengan salah dan berani  untuk memperbaiki diri serta berjuang untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik.

Yang masih merasa miskin,  berhentilah untuk selalu menyalahkan Negara dan orang lain, cobalah untuk belajar introspeksi diri,  sebab hidup  adalah sebab akibat,  pasti ada sebab yang  salah yang dilakukan sehingga kita mengalai hidup penuh kesusahan dan jika terpaksa harus meminta, mintalah dengan cara yang baik,  tetap  kedepankan rasa, bukan hanya logika.

Yang sudah kaya, ingatlah bahwa kekayaan yang manfaat yang akan memberikan rasa bahagia dan kenyamanan,  sebab kekayaan yang diperoleh karena hasil kerja keras dan banyak  membuat orang lain bahagia, saatnya untuk menghapus keserakahan dan keinginan untuk  hidup  seakan 1000  tahun lagi, jadikanlah kekayaan yang dimiliki untuk menjadi contoh  untuk banyak orang, bahwa yang kaya saja masih mau bekerja keras dan berjuang dengan cara yang baik dan benar, mungkin itu akan membantu untuk terduplikasinya jiwa pejuang baru di Negeri ini.

Bagi yang sedang diberi  amanah  sebagai pemimpin,  jagalah amanah itu dengan baik, karena amanah itu pasti akan ada pertanggung jawabannya kelak, jangan sia-siakan kepercayaan Rakyat, karena suara rakyat yang murni menginginkan dipimpin oleh orang yang soleh dan jujur adalah suara Tuhan yang harus di dengar.

Semua orang yang mengaku Anak Bangsa kembalilah pada aturan UUD 1945,  sebab aturan tersebut adalah aturan yang benar dan jangan di rubah, itu juga merupakan warisan para pemimpin masa lalu yang telah membuktikan dan membawa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mampu melalui  ujian besar dan sangat berat.

Semua Anak Bangsa yang mengaku memiliki Agama dan keyakinan, kembalilan jalankan dan terapkan secara benar semua Kitab suci sesuai ajaran masing-masing,  karena semua itu adalah Tuhan yang membuatnya,  bukan manusia yang membuatnya, dan jika di  kaji dengan benar  maka,  Indonesia akan kuat karena bersatu dan saling menghargai dengan tulus,  satu hal  yang harus di ingat tidak ada satupun Ajaran Agama yang mengajarkan kekerasan, kebencian,  keserakahan dan kesombongan. Semua mengajarkan tentang kebaikan,  kasih sayang dan cinta tanah air.

Damai dan bersatulah, agar Bangsa ini kembali menjadi Bangsa yang besar, bermartabat dan tetap berakhlak  baik Sehingga, Bhinneka Tunggal Ika kembali terimplementasi dalam setiap aspek  kehidupan di Negeri Indonesia tercinta ini.

Amin....

0 komentar:

Post a comment