16 November 2016

Belajar Mengatasi Macet Dengan Negara Singapura Untuk Jakarta

Sosial, Macet Jakarta,

Salah satu sebab yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan bisnis pada suatu daerah atau negara adalah transportasi, semakin nyaman dan mudah dan cepat dalam mencapai sebuah tempat bisnis atau usaha maka sangat besar pengaruhnya dalam pertumbuhan eonomi dan bisnis pada suatu daerah atau negara tersebut.

Sebut saja Singapura, negara yag terkenal sangat sibuk dari segi ekonomi dan bisnis setiap hari kerja ini sangat jarang mengalami kemacetan hampir di semua jalannya, silahkan saja anda buktikan ketika anda mengunjungi Singapura, kedatangan anda akan langsung terasa sekali ketika anda akan meninggalkan bandara internasional Singapura (Changi Airport) menuju daerah tujuan anda di Singapura, anda akan langsung di suguhkan dengan perjalanan dan pemandangan perjalanan yang sangat menyenangkan, perjalanan yang bisa dipastikan tidak akan mengalami kemacetan dan tertib akan langsung anda rasakan ketika anda akan menuju tempat tujuan anda di Singapura.

Padahal Singapura adalah negara bisnis yang sangat padat hampir sama persis kesibukannya dengan Jakarta, tetapi mengapa keadaannya sangat berbeda jauh sekali bagaikan bumi dengan langit.

Orang Indonesia sangat mengenal Singapura bukan hanya karena kebetulan sebagai negara tetangga yang sangat dekat, bahkan banyak para pejabat dan keluarga pejabat yang memiliki uang banyak untuk melakukan aktifitas di sana, tetapi mengapa apa yang sering dilihat dan di rasakan di Singapura tidak juga ikut untuk di Implementasikan di Jakarta, minimal tujuannya adalah agar Jakarta juga tertular nyaman dan terhindar dari kemacetan seperti singapura.

Apakah bisa dan mungkin Jakkarta berpenampilan seperti Singapura ?

Saya secara pribadi menyatakan dengan penuh optimis "Sangatlah bisa".

Hal penting yang lebih diutamakan adalah melakukan pencontekan habis dari negeri singapura atau bahasa sederhananya adalah pakailah praktek jiplak abis dalam segala hal yang telah di lakukan di Singapura terhadap Jakarta, ini sangat mudah sebenarnya, yang penting jangan banyak pendapat tetapi perbanyaklah kata sepakat untuk perbaikan yang murni untuk kepentingan bersama.

Berikut adalah beberapa hal  yang telah di terapkan oleh Singapura dan perbedaannya dengan Jakarta.

Singapura menerapkan sistem kepemilikan kendaraan yang sangat memikirkan keadaan dan tatanan jalan yang ada, dengan menerapkan aturan ketat tentang kepemilikan kendaraan pribadi, diantaranya adalah kendaraan yang berusia diatas 5 tahun sudah langsung dinyatakan sebagai kendaraan tua dan tidak layak, tujuannya adalah untuk mengurang jumlah kendaraan yang akan menambah kemacetan pada setiap jalan di Singapura, jika si pemilik mobil tua di Singapura ingin tetap memiliki dan menggunkannya sebagai transportasi pribadi sehari-hari maka si pemilik kendaraan tersebut harus membayar harga yang cukup mahal untuk membayar pajak kendaraannya tersebut melebihi mobil baru.

Bahkan peraturan untuk memiliki kendaraan pribadi juga tidak sembaragan, terbukti dengan peraturan di Singapura yang menerapkan biaya pajak kendaraan yang sangat mahal, sehingga kendaraan yang lalu lalang di jalan Singapura benar-benar hanya untuk mereka yang merasa penting untuk menggunakan kendaraan pribadi atau mereka yang sanngat kaya karena memiliki uang yang banyak sebagai operasional membawa kendaraan pribadi yang jelas-jelas lebih mahal jika dibandingkan naik angkutan umum.

Adalagi yang lebih keren lagi di Singapura yaitu biaya parkir sangat mahal dan semakin lama si pemilik kendaraan parkir di Singapura, maka biaya parkir akan semakin digandakan lebih mahal lagi, misalkan untuk jam pertama 20.000 IDR maka jam kedua akan di kenakan tarif parkir 30.000 dan jam berikutnya 40.000 IDR sehingga semakin lama parkir bayarannya juga semakin mahal.

Berbeda dengan Jakarta, biaya parkir sangat murah, bahkan semakin lama parkir maka biaya parkir semakin murah, malah untuk membuat si pemilik kendaraan semakin menyukai untuk terus menggunakan kendaraan milik pribadi mereka pihak pengelola parkir memberikan diskon besar-besaran jika pengguna parkir membayar mereka dengan kartu parkir langganan bulanan, misalkan untuk jam pertama biaya parkir di Jakarta adalah 5.000 IDR maka jam berikutnya dikenakan biaya sebesar 3000 dan biaya parkir jam berikutnya menjadi 2000 saja, bahkan para pemilik kendaraan hanya mengeluarkan biaya 30.000 hingga 100.000 IDR saja untuk parkir selama sebulan.

Di Singapura Transportasi umum sangat memadai bahkan saya katakan sangat mewah dan murah, lebih murah jika dibandingkan dengan membawa kendaraan pribadi, inilah alasan terbesar mengapa semua orang di Singapura lebih menyukai transportasi umum baik kendaraan bus maupun kereta api atau sejenis kereta api lainnya.

Kesan murah dan nyaman sangat total dan terlihat full, bukan hanya sebagian-sebagian saja pada fasilitas transportasi yang ada, semua tertata dan benar-benar nyaman, aman dan mewah.

Berbeda dengan Jakarta, transportasi umum di Jakarta belum full 100 % di sukai oleh semua lapisan masyarakat, bahkan masih bisa di jadikan perbandingannya secara umum, menggunakan kendaraan pribadi masih lebih disukai di Jakarta ketimbang menggunakan kendaraan Umum.

Adalagi yang unik diterapkan di Singapura, yaitu suatu tempat baik perkantoran atau pertooan yang memiliki akses jalan tepat persis di sekitarnya mengalami kemacetan atau pengguna kendaraan pribadinya dinilai banyak dan dapat menimbulkan kemacetan, maka si pemilik tempat perkantoran atau tempat perbelanjaan itu juga akan dikenakan biaya pajak yang sangat mahal oleh pemerintah setempat, 

Nah.. bagaimana dengan Jakarta, apakah aturan ini bisa diterapkan ? semua tergantung kesadaran diri setiap elemen masyarakat yang peduli dengan kemacetan di Jakarta, saya yakin semua yang dapat menimbulkan efek dan akibat yang baik sebenarnya mudah saja untuk juga diterapkan di Jakarta, pertanyaannya adalah MAU ATAU TIDAK ? simpel saja pertanyaannya.

Masih banyak lagi sebenarnya peraturan yang diterapkan oleh Singapura untuk menghindari kemacetan di setiap jalan yang ada di sana, tapi menurut saya ini sajalah dulu yang dapat saya tuliskan untuk semua pembaca, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk semua orang yang merasa peduli dengan kemacetan jakarta.

Kuncinya adalah jangan banyak pendapat, tetapi perbanyaklah tindakan nyata untuk sebuah perbaikan, janganlah jadikan negara Indonesia yang kita cintai ini sebagai negara yang sangat populer dengan pendapat para ahli pada setiap biadang tetapi sedikit tindakannya, itu sama saja dengan NATO ( No Action Talk Only).

Terima Kasih dan salam sukses selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment