15 December 2016

Awas !!! Modus Penipuan Online Versi Terbaru

Bisnis, Modus Penipuan, Penipuan Online, Penipuan Online Versi Baru, Penipuan Bisnis, Penipuan Bisnis Online, Penipuan Bisnis Online Terbaru

Modus penipuan dalam transaksi bisnis secara online seakan tidak pernah habis, bahkan selalu bertambah dan meningkat, aksi mereka semakin meresahkan terutama bagi masyarakat yang sangat mengandalkan bisnisnya melalui internet atau secara online, dahulu para penipu dan penjahat online menyerang dengan cara menjadi penjual online, mereka berpura-pura menawarkan barang atau jasa dengan maksud menjerat mangsa agar mendapat uang transferan dari para pembeli, karena semakin banyaknya para pembeli yang mewaspadai modus seperti ini, lalu para penjahat online yang tetap ingin mencari uang haram dengan cara menipu korbannya dan tetap melakukan aksi dengan menggunakan modus baru yang tak kalah menyeramkan, mereka menjelma dan merubah diri menjadi para pembeli dengan target sasaran para penjual online yang jujur.


Modus yang di jalankan para penjahat ini terbilang masih baru, tetapi harus di berantas dan di batasi pergerakannya dengan kewaspadaan kita bersama, terutama bagi para pebisnis online yang jujur dan benar yang memang sangat bergantung untuk mendapatkan sedikit keuntungan dengan berjualan secara online. 

Berikut adalah Modus yang di lancarkan oleh mereka, para penipu yang seakan berminat membeli produk atau barang yang ditawarkan oleh para penjual secara online.


  • Mereka akan menghubungi anda (penjual online) melalui kontak person yang memang di gunakan oleh para penjual Online dalam menerima order dan pesanan barang atau produk yang di jual secara online.
  • Setelah melakukan kontak, lalu mereka akan bertanya tentang produk dan terkesan sangat tertarik untuk membelinya.
  • Kemudian mereka menawar dari harga yang di tawarkan, setelah terjadi kesepakatan harga jadi, lalu mereka bertanya apakah bisa pembayaran melaui COD, atau Cash On Delivery, jika para penjual online memiliki cara pembayaran COD, mereka akan menolak, sebab modus mereka akan tercium karena barang dikirim ke alamat pembeli secara langsung, dan ketika barang datang maka pembeli harus langsung membayarnya, tolakan para penjahat ini terhadap pembayaran dengan sistem COD sangat beralasan, sebab aksi mereka akan lebih sulit untuk di jalankan.
  • Para penjahat yang berpura-pura menjadi pembeli ini lebih menyukai jika sistem pembayaran uang di muka, atau bayar dulu baru barang dikirim, alasannya adalah pada transaksi ini ada celah yang dapat mereka buat untuk melancarkan aksi penipuan.
  • Setelah itu para penjahat ini akan meminta nomer rekening anda (penjual) seakan mau langsung transfer.
  • Yang aneh adalah mereka tidak hanya meminta nomer rekening milik si penjual saja, para penjahat ini juga memerintahkan si pemilik rekening untuk pergi ke ATM untuk meminta foto saldo pada rekening si penjual yang akan menerima transferan uang  dari barang yang telah dipesan para penjahat ini, dalihnya adalah supaya sama-sama enak kata mereka, kesan yang di bangun oleh para penjahat ini, seakan mereka ingin di beri informasi yang lebih tepat dan aman terhadap uang milik para penjahat yang akan di transfer, padahal ini hanya trik dan modus saja, image khawatir yang para penjahat ini bangun adalah bagian dari trik sebagai langkah awal untuk melakukan sebuah modus penipuan.
  • Setelah mereka (para penjahat) mendapatkan informasi foto saldo dari rekening si penjual jujur, lalu mereka (para penjahat) akan mengirimkan bukti struk transfer uang sebesar harga pembelian barang atau produk yang para penjahat ini pesan dari penjual jujur yang sedang di upayakan untuk di tipu ini, anehnya adalah struk pengiriman uang yang mereka (para penjahat) kirimkan itu berupa foto struk pembayaran bukan transferan antar Bank, tapi struk pembayaran melalui sebuah transaksi pembayaran melalui sebuah minimarket ternama di Indonesia, sebut saja minimarket Merk X.
  • Setelah para penjahat ini seakan telah mengirimkan uang transferan dengan cara seperti itu, para penjahat ini melarang si penerima transferan uang untuk mengeceknya langsung ke Bank atau melalui ATM, dalihnya adalah bahwa uang tersebut akan masuk jika pemilik rekening penerima uang mengaktifkan menu top up pada ATM si penerima uang (penjual barang).
  • Maka ketika si pemilik rekening penerima pembayaran itu mengikuti perintah mereka (para penjahat) di situlah mulai serangan dengan tujuan modus penipuan di mulai, si pemilik rekening penerima transferan pembayaran akan di tuntun oleh para penjahat untuk melakukan aktifasi melalui ATM agar uang transferan cepat masuk ke rekening, padahal tanpa sadar si pemilik rekening penerima transferan sedang di upayakan untuk memindahkan uang yang ada pada rekening ke rekening para penjahat ini, disinilah kelemahan yang menjadi celah sehingga para penjahat ini berhasil mendapatkan uang dengan modus yang terbilang baru.

Mengapa aksi penipuan ini mudah mengelabui para penjual online ? dan para penjahat berhasil mendapatkan uang dari setiap aksi kejahatan penipuan yang di lakukan ?



  • Para penjual online yang benar dan jujur biasanya sangat menjaga kredibilitas dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, sehingga dengan mudah segala informasi akan di berikan dengan tujuan good servicing kepada pelanggan.
  • Para penjual online jujur memiliki rasa empati yang tinggi terhadap para pembeli, sehingga ada rasa memiliki tanggung jawab moril dan materil ketika pembeli akan mentransfer uang dengan maksud mengorder barang pesanan, padahal disinilah celah yang dapat di manfaatkan oleh para penjahat dalam melancarkan aksinya.
  • Para penjual online jujur sangat berusaha untuk membangun kepercayaan dalam menjalankan bisnisnya secara online, karena hampir semua barang yang di pesan oleh pelanggan yang berminat untuk membeli akan di kirim setelah di bayar, ini juga celah yang sangat mudah untuk para penjahat dalam melancarkan aksi penipuan dengan modus baru seperti ini.
Pesan :
  • Pembeli memang adalah seorang Raja, tetapi tetaplah miliki pribadi yang berwibawa sebagai penjual onine, jujur itu tidak harus lembek dan mudah di kelabui, tetapi jujur juga harus tegas dan hati-hati.
  • Jangan mudah terlena dengan janji para pembeli yang akan memesan barang atau produk yang anda tawarkan kepada mereka, sehingga membuat anda kehilangan kewaspadaan terhadap bahaya dan resiko penipuan.
  • Terapkanlah sistem menjual butuh tetapi tidak butuh, maksudnya adalah sebagai pedagang kita memang butuh para pembeli, tetapi tinggalkanlah pembeli yang terlalu bertele-tele dan berbahaya dalam menggali informasi tentang anda sebagai penjual, maka jagalah kerahasiaan segala informasi pribadi yang dianggap penting untuk di jaga, demi keamanan diri sendiri dan uang anda yang tersimpan di Bank tempat anda menyimpan uang.
  • Hati-hati dan selalu waspada terhadap keanehan yang tidak umum berdasarkan pengalaman sebagai penjual barang atau produk secara online.
Terima kasih, semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.



0 komentar:

Post a comment