3 January 2017

Ilmu Adalah Warisan Terbaik Yang Lebih Bermanfaat Untuk Masa Depan

Bisnis, Ilmu, Warisan Ilmu, Warisan Harta

Mewariskan Ilmu kepada Anak lebih baik dari pada mewariskan harta, harta pasti akan habis atau minimal berkurang, tetapi Ilmu akan selalu bertambah dan berkembang jika di wariskan pada keturunan kita. Jika salah dan tidak tepat dalam mengelolanya mewariskan harta juga akan membawa petaka, tetapi jika mewariskan ilmu pada anak atau keturunan, ketika salah sekalipun dalam penerapan Ilmu yang di wariskan tersebut, maka tetap dampak positifnya akan selalu ada, anak akan mendapatkan ilmu baru yang berbentuk pengalaman.

Inilah perbedaan yang sangat besar antara mewariskan harta dan ilmu kepada anak atau keturunan kita.

Ilmu ibarat sebuah alat pancing yang siap untuk di gunakan, pemilik alat pancing tinggal melengkapinya dengan umpan dan mencari tempat memancing yang tepat, tempat memancing itu bisa sebuah danau, sebuah sungai atau laut, semua memiliki peluang yang sama untuk memperoleh ikan, memberikan alat pancing lebih memiliki nilai tinggi jika di bandingkan langsung memberikan ikan. sebab jika memberikan alat pancing maka si penerima alat pancing akan terus menghasilkan ikan ketika hasil tangkapannnya telah habis di makan.

Berbeda dengan seseorang yang selalu memberikan ikan pada keturunannya atau orang yang di cintainya, pasti dia akan kebingungan ketika ikan pemberiannya yang lezat itu telah habis di makan, kemana dia harus mencari ikan lagi dan bagaimana cara mendapatkan ikan yang lebih mudah, bahkan yang lebih parah lagi si penerima ikan tidak tahu sama sekali bagaimana caranya agar mendapatkan ikan, semua pertanyaan yang mengandung keheranan dan kebingungan pasti akan selalu di alami olaeh mereka yang selalu diberi ikan.

Itulah lambang Harta dan Ilmu, secara jangka pendek memberikan harta baik berupa warisan ataupun hadiah kekayaan kepada orang yang di cintai atau anak ternyata belum tentu membawa selamat dan memberi dampak baik untuk masa depan, tetapi Ilmu yan terwarisi memang terlihat seperti sesuatu yang tidak berharga, tapi sesungguhnya itulah yang akan menghasilkan Harta yang akan jauh lebih banyak lagi.

Jika anda tidak memiliki harta yang banyak, jangan berkecil hati, teruslah mewarisi Ilmu kepada anak dan keturunan anda dan yakinlah sampai kapanpun mereka akan selalu dapat lulus dari berbagai ujian hidup yang akan dihadapinya kelak, jangan pernah merasa sedih dan kecewa karena hanya mampu memberikan warisan ilmu kepada orang tercinta, justru malah seharusnya bangga, karena ilmu sekali lagi adalah warisan terbaik yang leih bermanfaat dan seharusnya inilah yang berikan semua orang kepada orang-orang tercinta khususnya keturunan dan anak-anak agar mereka selamat dan mampu menang dalam persaingan di masa depan, dimana masa depan mereka (anak) pasti akan jauh lebih sulit di bandingkan kita orang tuanya hari ini.

Berikut adalah cara mewariskan ilmu yang tepat pada Anak.
  • Berikan pendidikan sejak kecil tentang fondasi Agama yang baik.
  • Selalu menemani dan mengikuti perkembangan anak, terutama dalam hal pendidikannya.
  • Perhatikan setiap perkembangan dirinya saat menuntut ilmu secara formal.
  • Berikan contoh yang baik dengan menjadi orang tua yang berwibawa tetapi moder dan kekinian.
  • Ikuti keinginan anak sambil mengarahkan, apa yang di sukai oleh mereka dalam urusan menuntut ilmu untuk masa depan.
  • Memeberi saran yang bukan memaksakan terhadap masa depan anak.
  • Tidak membiasakan anak untuk bangga dan lebih cenderung fokus pada fasilitas yang di miliki orang tua, harta yang di miliki orang tua dan kekayaan yang di miliki orang tua.
  • Ajarkan dan turunkan pada anak pola hidup sederhana dan tidak boros.
  • Perhatikan pergaulan anak.
  • Lebih mementingkan soal pendidikan di bandingkan dengan yang lainnya.
  • Mampu menjadi orang tua, teman dan sahabat untuk anak.
Demikianlah cara memberi warisan yang lebih baik kepada keturunan, kepada orang tercinta dan anak yang lebih bermanfaat untuk masa depan mereka sendiri.

Terima Kasih dan salam sukses selalu.
Depok Bisnsi Info.

0 komentar:

Post a comment