17 January 2017

Keadaan Ekonomi Yang Sulit Sebagai Penyebab Masalah Sosial, Maka Sibukkan Diri Dengan Bekerja Dan Berbisnis

Bisnis, Masalh Ekonomi, Masalah Sosial

Ekonomi yang sulit ternyata dapat membuat seseorang lebih sensitif dan mudah emosi, selain itu juga keadaan ekonomi yang serba kekurangan dalam masyarakat ini, dapat menjadi pemicu berbagai permasalahan sosial yang awalnya secara internal di dalam keluarga, hingga akhirnya dapat meluas keluar dari lingkungan keluarga (bukan hanya secara internal saja).

Keadaan seperti ini sangat membahayakan, apalagi jika kesulitan karena kekurangan ekonomi di rasakan secara luas oleh lebih banyak orang di suatu Daerah atau sebuah Negara, akibatnya semua masyarakat yang tinggal di Daerah atau di Negara tersebut memiliki rasa sensitif dan mudah tersulut emosi ketika ada yang memicunya.

Keadaan inilah yang akhirnya banyak di manfaatkan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab untuk menggerakkan kumpulan orang sensitif dalam mencapai tujuan pribadi atau golongan yang sebenarnya akan semakin memperburuk keadaan bagi masyarakat itu sendiri.

Berikut adalah beberapa bukti dari perilaku masyarakat yang sensitif yang timbul karena keadaan ekonomi.

1. Sikap Lebih mementingkan diri sendiri.
Karena lebih sibuk memikirkan masalah diri sendiri yang sudah sangat banyak, orang dengan tipe seperti ini lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri ketika melihat dan mendengat kesulitan yang diderita oleh orang lain, mereka berfikir, lebih aman jika tetap berdiam dan tidak perduli dengan keadaan di sekitar, keadaan ini timbul lebih banyak karena rasa takut dan rasa tidak peduli, sebab mereka merasa hidup yang dirasakan juga sudah sulit, mengapa harus mengurus orang lain ?

2. Serakah.
Serakah bukan hanya ada pada golongan orang yang memiliki uang banyak dan jabatan tinggi saja, siappapun dapat terjangkit penyakit serakah dalam versi yang berbeda sesuai keadaan diri, hal ini dapat di buktikan ketika masyarakat ekonomi bawah di berikan sesuatu secara gratis maka antrian akan panjang dan berdesak-desakan, bahkan hingga menimbulkan korban terinjak-injak, kejadian seperti ini banyak terjadi dan sering kita lihat, hasil evaluasinya adalah apakah jumlah masyarakat yang memiliki kesulitan ekonomi itu memang sangat banyak, sehingga terjadi hal semacam ini ? atau memang penyakit serakah sudah mewabah hingga ke bagian paling bawah, sebab jika di teliti antrian semakin banyak karena semua orang dalam keluarga ikut dalam antrian ketika ada kabar pembagian sesuatu secara gratis atau ada kekhawatiran mereka takut tidak kebagian, sehingga ini terjadi ? 

Hal ini tidak dapat disalahkan, sebab mengambil kesempatan yang selagi ada memang baik, tetapi akibat yang lebih besar lagi dari kejadian ini jarang mereka pikirkan, seperti keselamatan diri dan keselamatan orang lain, sikap seperti ini bisa di katakan sebagai cikal bakal keserakahan dari dalam diri dari golongan masyarakat ekonomi bawah.

3. Mudah Tersinggung dan Mudah Terprofokasi.
Keadaan ekonomi yang minim juga sangat mudah membuat tersinggung dan mudah terprofokasi, buktinya adalah ketika masyarakat berhasil menangkap maling motor, lalu dengan mudah mereka menghakimi maling tersebut dengan keji, bahkan dengan tanpa perikemanusiaan, maling itu tega di bakar hidup-hidup. Apakah ini di benarkan ? 
Mudahnya tersulut amarah karena hal sepele sangat berbahaya dalam sebuah Daerah dan sebuah Negara, sebab ini adalah ciri dari perilaku yang menyimpang dalam masyarakat, dengan mudahnya menghakimi seseorang bahkan dengan tega membakar hidup-hidup mereka yang bersalah adalah bentuk mental "sadis" yang seharusnya tidak harus ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Memang tidak semua masyarakat golongan bawah memiliki sikap dan perilaku seperti ini, tetapi mereka yang memiliki sifat dan sikap seperti diatas justru lebih banyak dari golongan masyarakat bawah dengan tingkat kehidupan ekonomi yang minim atau biasa, melihat masalah ini maka harus ada langkah yang serius yang harus di lakukan terutama oleh masing-masing diri yang mungkin merasa memiliki sifat seperti ini dalam kehidupan. Kesadaran diri dan keinginan untuk berubah adalah obat yang paling mujarab tanpa harus menunggu campur tangan siapapun.

Agama dan Iman juga harus sebagai solusi untuk diri sebagai cara menanggulangi munculnya sikap berlebihan secara pribadi terhadap sebuah masalah, ketakwaan yang benar juga dapat memberi manfaat positif sebagai peredam hawa nafsu berlebihan ketika hidup berdampingan dalam masyarakat.

Sadarilah bahwa kesulitan dan lebihnya ekonomi sebenarnya sama, sama-sama ada dalam ujian Tuhan, yang berlebih juga dalam ujian yang sama, bagaimana mereka mensikapi keadaan berlebih yang Tuhan berikan, begitu juga yang kurang, juga merupakan ujian Tuhan, bagaimana cara mensikapi ujian kesulitan juga akan menjadi penilaianNya kelak, bobotnya sama tidak ada yang berbeda, antara yang berlebih dan kekurangan, kesadaran ini harus ada dalam diri masing-masing agar kita semua terhindar dari penyakit hati yang dapat berimbas pada penyakit sosial.

Lakuanlah lebih banyak hal yang positif untuk meningkatkan kualitas diri, seperti lebih membuat diri sendiri sibuk dengan kegiatan bekerja keras dan berbisnis, apa saja yang dapat dikerjakan, jadikan hal tersebut sebagai cara menghabiskan waktu secara positif dan bermanfaat, karena banyak pekerjaan dan aktifitas setiap hari yang lebih penting dari pada berbuat beberapa hal merugikan, baik yang merugikan diri sendiri maupun yang merugikan orang lain.

Bila ini di lakukan, maka kita akan lebih baik, walaupun baru sebatas rasa damai dan tenteram yang di rasakan dalam diri sendiri, karena jika itu sudah mulai terasa, maka kita akan mudah untuk berfikir dalam melanjutkan langkah berikutnya bagaimana memperbaiki kedaan ekonomi secara pribadi.

Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment