3 February 2017

Bagaimana Mungkin Hidup Susah Membuat Mu Betah ???

Bisnis, Hidup Susah, Susah

Hidup adalah pilihan, siapapun yang menjalaninya berhak untuk memilih kehidupan untuk dirinya sendiri, walaupun pilihan hidup itu hanya ada 2, yaitu Hidup Sukses dan Hidup Susah, tetapi mengapa jumlah orang yang Hidup Susah jauh lebih banyak di bandingkan orang yang Hidup Sukses. Apakah Hidup susah lebih banyak di pilih oleh mereka yang mengalaminya sekarang ?

Hidup Sukses Dan Hidup Susah adalah hasil dari beberapa sebab.

1. Sebab Akibat Garis keturunan.
Garis keturunan sangat besar memberikan pengaruh pada Estafet kehidupan pada generasi berikutnya, biasanya jika orang tua Hidup Sukses, maka semua keturunannya juga akan ikut terbawa, sebaliknya jika orang tua Hidup Susah, maka keturunannya juga akan mengalami kehidupan yang sama.

2. Buah dalam satu pohon tidak semua manis.
Maksud dari pepatah ini adalah orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, belum tentu sempurna menjadikan semua anaknya dapat meraih Hidup Sukses, begitupun orang tua yang Hidup Susah, belum tentu semua anaknya akan merasakan Hidup Susah yang sama. 

Apapun hasil dari kehidupan yang di rasakan sekarang adalah Takdir, tetapi apa yang akan terjadi untuk kehidupan akan datang adalah Nasib. Nasib dan Takdir sangat berbeda, Takdir adalah sesuatu yang sudah terjadi pada hari kemarin, hari ini dan sekarang, itu tidak dapat di rubah. 

Tetapi apa yang akan teradi 1 menit ke depan, 1 jam ke depan, 1 hari ke depan, 1 minggu ke depan, 1 bulan ke depan dan 1 tahun ke depan itu masih Nasib, kita masih dapat merubahnya  dengan membuat rencana perubahan sambil berusaha dengan sekuat tenaga.

Merencanakan sebuah perubahan harus segera di lakukan, "Tuhan tidak akan merubah Nasib Suatu Kaum,  Selama Kaum itu tidak mau merubahnya." 

Jadi Hidup Susah itu bukanlah sebuah Takdir yang harus kita jalani seumur hidup kita, kesulitan hidup yang di rasakan sekarang jelas merupakan Nasib yang masih dapat di rubah, jika kita memiliki kemauan yang keras untuk melakukan perubahan, maka kita masih memiliki peluang untuk berubah, sebaliknya jika kita masih betah dengan tetap menjalani hidup yang penuh kesulitan, maka teruskan saja dan nikmati pilihan itu dengan baik, jalani dan jangan mengeluh jika masih memilih untuk menjadi orang susah.

Sekedar mengingatkan saja, hidup susah itu seperti ini.
  1. Tinggal pada sebuah rumah yang tidak layak, bahkan untuk tinggal pada rumah kontrakan yang agak layak saja harus bayar dengan harga mahal dan jika tidak bayar maka diusir oleh pemilik rumah kontrakan.
  2. Dalam sehari kadang makan dan kadang tidak, semua itu terpaksa di jalani karena tidak punya uang.
  3. Jangankan ingin punya kendaraan seperti orang-orang, mau pergi naik angkot saja tidak punya uang, akhirnya terpaksa jalan.
  4. Untuk mendapatkkan uang receh harus bekerja dengan keras membanting tulang, baju basah dengan keringat dan  rasa lelah yang di dapat tidak sesuai dengan hasil yang di terima.
  5. Semua orang takut di repotkan, akhirnya hidup tinggal sendirian, karena jika datang kerumah teman atau sanak saudara, mereka langsung tutup pintu karena takut di mintai uang.
  6. Hidup gali lubang tutup lubang, untuk menutup lubang yang kemarin harus menggali lagi lubang yang baru, untuk membayar hutang yang kemarin harus berhutang lagi yang baru.
masih sangat banyak hal-hal yang tidak mengenakkan menjadi orang susah, jika di tuliskan semua, mungkin tidak akan selesai satu halaman, tapi minimal setelah kita membaca tulisan ini, semoga timbul kesadaran diri, sehingga ada keinginan untuk berubah.

Dan ketika sadar bahwa betapa tidak nikmat menjadi orang susah, semoga hidup menjadi tambah semangat untuk berusaha berubah agar dapat menjadi orang yang memiliki Hidup lebih baik. 

Hidup itu memang pilihan tetapi apakah harus hidup bertahan dan pasrah, sehingga Hidup Susah seakan sebagai satu-satunya pilihan yang harus di jalani ? "No.... Way !!!" 
Kita masih bisa menjadi lebih baik, karena Esok hari adalah Nasib yang masih bisa berubah.

Terim Kasih

Salam sukses selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment