4 February 2017

Ini Hoax ??? Apa Lagi Perang Bintang ??? Tetap Pintar Dan Cerdas Menyikapinya Teman

Sosial, Hoax, Info Hoax

Media Hoax banyak di sorot dan di tuding sebagai triger penyebab terjadikan krisis sosial dalam masyarakat. Hujatan dan api kebencian kepada beberapa media yang dinilai sering melakukan provokasi dan merusak tatanan kehidupan damai ditengah masyarakat sudah mulai di nyalakan, semua pihak yang terkait dari mulai Pemerintah melalui MenkomInfo dan Dewan Pers mulai gencar melakukan beberapa upaya yang di nilai penting dalam menghambat dan menghapus media Hoax yang sangat pesat perkembangannya akhir-akhir ini.



Definisi dari media Hoax sendiri sebenarnya masih terlalu simpang siur di telinga, apakah sebuah media yang di katakan Hoax adalah media yang di nilai ilegal dengan isi berita bohong dan mengandung unsur provokasi ? 

atau sebuah media yang di nilai ilegal karena tidak termasuk dalam wadah Dewan Pers dengan berbagai kelengkapan legal yang dimiliki  ? 

atau media yang tidak memiliki aturan jelas dalam etika penulisan dan penyampaian informasi secara luas kepada masyarakat ? 

ataukah penilaian media Hoax itu muncul karena saat ini sangat banyak bermunculan blog-blog atau website milik pribadi dari sebagian masyarakat yang hobi menulis untuk sekedar mendapatkan uang receh lewat klik para pengunjungnya melalui Google Adsense ?

Begini agan-agan yang terhormat.

Berkembangnya  sebuah teknologi yang sangat pesat di beberapa Negara Maju tidak pernah membawa dampak buruk pada Negara itu sendiri secara luas, mengapa demikian ?
Jawabannya simpel, karena kepandaian dan kepintaran yang semakin bertambah dari masyarakat sebuah Negara maju selalu berbanding lurus dengan perkembangan mental pada diri masing-masing.

Masyarakat maju lebih banyak menerapkan sebuah slogan hebat yang sepertinya harus juga kita contoh, slogan itu adalah "a cleverness in getting the learning process would be useless if not accompanied by positive and mature attitude change" yang artinya "sebuah kepintaran yang di dapatkan dari belajar akan sia-sia jika tidak diiringi dengan perubahan sikap positif dan dewasa"

Karena itulah Negara maju tidak pernah terpengaruh secara signifikan terhadap berbagai isu dan provokasi yang bermunculan dari media yang dinilai tidak jelas atau Hoax, mereka lebih menggunakan logika dalam bertindak dan menilai sesuatu lebih hati-hati, bahkan tidak jarang dari masyarakat Negara Maju ketika mendapatkan sebuah informasi Hoax atau informasi yang mengandung unsur kebohongan dan provokasi yang dapat menimbulkan banyak efek tidak baik, langsung di abaikan begitu saja, seperti seorang pembeli yang tidak berminat untuk ditawari sebuah barang dagangan oleh seorang pedagang yang sangat memaksa.

Mereka benar-benar menjadikan kedewasaan ilmu dan kepintaran yang dihasilkan karena proses belajar itu, sebagai benteng ketika adanya informasi yang tidak penting menurut mereka.

Berita yang tidak benar dan mengandung kebohongan atau Hoax kadang menjadi sebuah fenomena besar karena di lebih-lebihkan, itu yang menjadi masalah sebenarnya, yang harus kita selidiki dan cari selain dari pembuat berita Hoax adalah si pelaku yang membuatnya menjadi berlebih-lebihan.

Ini seperti perang bintang yang sedang berlangsung yang di lakukan oleh dua buah bintang besar diantara gugusan desa yang penuh dengan rakyat jelata dan pelurunya nyasar kemana-mana, akhirnya rakyat jelata yang sedang hobi bersosialita karena masih norak dengan teknologi yang baru mereka kenal ikut terkena imbasnya dan bahkan menjadi tersangka sehingga di vonis bersalah karena ikut andil dalam penyebaran info yang dinilai Hoax, padahal meraka lagi deman-demannya copas-copas info dari berbagai informasi yang tampil di beranda media sosial yang mereka punya.


Asal kita tahu saja yah, sebuah undangan unjuk rasa belum tentu efektif jika undangannya di lakukan melalui internet, wong dagang aja susah banget kok larisnya di internet apalagi ngundang untuk unjuk rasa, walaupun tetap dinilai efektif undangan tersebut,  silahkan dihitung dan di analisa apakah mereka semua yang hadir pada undangan sebuah unjuk rasa atau apalah namanya itu adalah mereka yang hoby copas norak-norak sama teknologi tadi ? 

Ternyata yang hobi asik copas-copasan yang terkesan menjadi sumber dari penyebab semakin luasnya berita dan info Hoax ada dirumah kok.. !!! mereka malah tidak ikutan sama sekali, mereka lebih memilih dirumah karena sekali lagi menurut mereka lebih asik bersoasialita dirumah, upload foto buat DP terbaru dengan berbagai gaya dan bikin status unik sesuai suasana hati. 

Bahkan ketika unjuk rasa berlangsung hingga selesi, mereka yang masih norak dengan informasi dan teknologi, copas-copas terus sambil facebookan atau sosialan yang lainnya, paling cuma mengamati saja dari kejauhan apa yang terjadi, kejauhan yang dimaksud adalah mengamati lewat info yang beredar lewat gadget mereka dan setelah ada berita baru yang entah siapa yang membuatnya baru deh mereka sibuk kembali copas-copasan disebarin di status  media sosial milik mereka, dan itu nggk ngaruh juga buat mereka sendiri...hehe...

Ini yang lebih repot lagi, jika media Hoax di hubungkan dengan para pembuat blog yang mengharapkan penghasilan recehan dari Adsense, waduh ini mah makin parah, apakah banyaknya bermunculan blog dan web yang bertajuk google adsense itu mengurangi pendapatan media resmi karena kalah pamaor ? hehe nggk tau juga deh.. kenapa kok jadi makin meluas begini masalahnya.

Padahal untuk daftar dan memiliki akun google adsense itu perjuangannya luar  biasa, silahkan cari tau dulu sebelum menilai tentang adsense, para adsense publisher sering nangis darah hanya untuk mendapatkan persetujuan dari google adsense untuk menjadi penayang iklan mereka, berkali-kali di tolak, berkali kali refisi untuk memperbaiki semua persyaratan yang sesuai dengan kebijakan Google melalui Adsense, jika bukan karena jiwa Entreprener yang tahan banting, pasti nggk akan tahan untuk terus berusaha di Aprove oleh Google, sedih juga dengernya kalo Adsense Publisher Indonesia dianggap penyebab lebih banyak sebagai pemberi dampak semakin besarnya berita Hoax tersebar bahkan di katakan sebuah industri yang sangat negatif dalam julukannya.

Belum lagi, setelah diterima oleh Google Adsense apakah mereka langsung dapat pengasilan ? belum tentu gan !!!

Mereka harus bermodal sendiri untuk membangun segalanya agar blog mereka menghasilkan recehan dari adsense, sekali lagi jika bukan karena mental seorang pemenang dan sang juara atau lebih kerennya disebut Jiwa Entreprener yang tinggi, pasti mereka sudah menyerah.

Adsense publisher itu bukan seorang karyawan yang memiliki gaji tetap untuk membuat sebuah tulisan dan seorang publisher adsense itu juga bukan seseorang yang di suruh oleh atasannya untuk mencari berita dan jika tidak di lakukan bakalan di pecat, mereka cari topik tulisan sendiri, kumpulin foto sendiri, jalan kesana kesini mencari ide untuk sebuah artikel juga beli bensin sendiri, duh kasian deh pokoknya.

Makanya kurang bijak juga jika perjuangan mereka yang bertujuan untuk menjadi manusia yang tidak bergantung pada orang lain juga ikut di kata-katain dan di salah-salahin, karena maraknya berita Hoax yang beredar, makanya lebih bijaklah sekali lagi dalam memberikan penilaian.

Marilah kita banyak belajar dari orang-orang pintar yang berasal dari beberapa Negara besar yang ada di seberang, mereka benar-benar menggunakan kepandaian dan kepintaran bukan untuk minterin orang dan menghakimi orang lain, tetapi lebih banyak mereka gunakan untuk semakin lebih baik dalam mengembangkan diri mereka masing-masing yang ujung-ujungnya lebih banyak mengasilkan manfaat untuk orang banyak.

Untuk semua teman penulis Adsense,  semangat aja deh tetep, kita mah hanya orang kecil yang lagi berusaha dan berupaya untuk menjadi orang yang lebih baik, teruskan berkarya, tetapi boleh juga kita ambil hikmah dari kejadian ini, hati-hati dalam menulis dan jauhi informasi Hoax yang nggak  penting.

Terima kasih, semoga menjadi perenungan untuk kita semua agar tetap menjadi orang yang bijak dan lebih dewasa dalam menilai sesuatu dan maaf jika bahasa dan tulisannya agak keluar dari tatabahasa dan tata cara penulisan yang baku, soalnya sekali-kali pengen juga menulis dengan bahasa yang simpel dan santai semoga tetap dapat di mengerti maksud dan tujuannya. sekali lagi mohon maaf.

Tetap semangat dan salam sukses selalu.
AN. Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment