9 March 2017

Cara Menerapkan Keberanian Dan Ketegasan Yang Tepat Dalam Bisnis

Bisnis, Keberanian Bisnis, Ketegasan Bisnis, Keputusan Bisnis, Berkata Ya, Berkata Tidak

Untuk sukses dalam Bisnis seorang pengusaha harus memiliki keberanian dan ketegasan. Kedua hal ini sangat penting dalam menunjang sukses sebagai pebisnis. Berani dan Tegas yang diterapkan dengan tepat saat menjalankan bisnis sangat penting untuk di lakukan, selain sebagai penunjang lancarnya bisnis, ketegasan dan keberanian juga penting dalam menjaga wibawa bisnis milik kita sendiri.

Semua orang memiliki tujuan masing-masing dalam bisnis,  baik kita sebagai pemilik bisnis itu sendiri, konsumen ataupun rekanan bisnis yang sangat banyak berhubungan secara langsung dengan bisnis yang kita kelola. Karena semua orang memiliki sebuah tujuan dalam kesepakatan bisnis, maka di situlah lahir berbagai kepentingan. Kepentingan yang saling menguntungkan tentu sangat baik untuk terus berjalan, tapi kepentingan yang di dasari oleh prilaku negatif tentu sangat tidak diharapkan untuk terjadi, banyak celah yang sering di gunakan oleh beberapa oknum dalam bisnis untuk meraih keuntungan dengan cara yang tidak baik seperti ini, karena itu di saat seperti inilah sebagai pebisnis sangat tepat kita untuk menerapkan keberanian dan ketegasan agar kita tidak menjadi korban permainan dari sebuah kepentingan negatif dalam bisnis.


Berikut adalah penerapan ketegasan dan keberanian yang harus dimiliki saat menjalankan bisnis.

1. Berani berkata Tidak.
Jika saat berbisnis ada sebuah permintaan dari konsumen, klien, rekanan yang tidak sesuai dengan perjanjian berdasarkan kesepakatan, maka sebagai pebisnis kita harus berani menolaknya. Dalam berbisnis berkomitmen itu berarti menjalankan semua kesepakatan dengan baik dan jika kesepakatan harus ada perubahan maka lakukan dengan cara yang sama saat membuat kesepakatan awal menggunakan hitungan baru yang berbeda. 

Mengatur hal ini dengan detil bertujuan agar wibawa bisnis yang kita miliki dapat di tunjukkan dalam setiap kesepakatan kapada semua orang yang terlibat dengan bisnis kita tersebut secara profesional, kesepakatan boleh di rubah tetapi tentunya harus di lakukan dengan cara profesional dan tepat. langkah ini juga sangat baik dalam melindungi bisnis dari berbagai permintaan yang tidak sesuai kesepakatan dari klien, konsumen dan rekanan dalam bisnis yang kita jalankan.

2. Berani Menentukan Sikap (Membuang Rasa Tidak Enak Merugikan).
Menjalin hubungan bisnis kuncinya tidak perlu takut kehilangan kesempatan atau peluang jika tidak sesuai dengan kesepakatan, menolak berdasarkan analisa dari data yang lengkap dengan hitungan rugi jauh lebih baik dari memaksakan diri untuk terus melayani walaupun harus rugi. 

Kunci sukses dalam bisnis sebenarnya simpel, lakukan hitungan yang tepat terhadap modal yang di keluarkan, tentukan biaya produksi atau harga pembelian yang tepat, lalu ambil keuntungan yang sesuai dengan hasil produksi serta buktikan kualitas saat memberikan pelayanan yang tepat sesuai kesepakatan.

3. Jangan terlalu berperasaan tetapi mainkan rasa ketika berbisnis.
Tahukah Kita apa perbedaan Perasaan dan rasa itu ?
Perasaan adalah bentuk pikiran dari dalam diri sendiri ketika menilai sebuah kejadian yang fatamorgana atau belum tentu benar, sedangkan Rasa adalah sebuah penilaian diri terhadap sesuatu dengan tepat berdasarkan data dan bukti yang kuat.

Berbisnis jika terlalu banyak menerapkan perasaan, maka kita akan lebih melankolis dan labil dalam menentukan sebuah kebijakan penting penentu kesuksesan, dalam bisnis ini sangat merugikan, terlalu banyak berfikir menggunakan perasaan saat berbisnis maka kita tidak akan pernah maju dan berkembang, membuat keputusan dalam bisnis itu harus cepat dan tepat, jika A maka harus A dan jika B maka harus B, jangan hari ini A lalu dengan cepat berubah lagi menjadi B. Saya yakin kita semua mengerti maksud dari tulisan ini.

Menerapkan bisnis dengan mengedepankan Rasa bukan perasaan memang terlihat sadis tetapi ini semua penting untuk di lakukan agar bisnis milik kita dapat terlindungi dari resiko tidak terduga yang berbahaya.

Coba kaji kasus berikut.
Siapakah yang akan bertanggung jawab jika bisnis mengalami kerugian dan kebangkrutan karena selalu menerapkan perasaan bukan rasa ?
Seperti contoh, jika ada orang yang berhutang pada bisnis kita lalu kita tidak tega untuk menagihnya dengan berbagai alasan, jika kejadian seperti ini terus terjadi berulang-ulang sudah pasti kita sebagai pemiliknya yang akan menanggung semua beban penderitaan karena kejadian itu dan hanya diri sendirilah yang harus mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi seperti ini, bukan orang lain.

Inilah salah satu dari sekian banyak tindakan yang sering di lakukan oleh banyak pebisnis karena lebih mengedepankan perasaan bukan rasa.

Memiliki kepribadian sebagai pebisnis yang baik ada tempat yang tepat dalam penerapannya, kapan saatnya kita beramal dan besedekah misalnya dan kapan saatnya kita juga harus menerapkan rasa dalam berbisnis dengan tepat, semua itu harus di terapkan dan di tempatkan pada posisi benar agar bisnis berjalan dan berkembang dengan baik sesuai porsinya.

Demikinlah teman-teman pencinta Bisnis, bagaimana cara menerapkan Keberanian Dan Ketegasan yang tepat dalam bisnis, semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk kita semua.

Terima Kasih.
Salam Sukses Selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment