4 March 2017

MLM Saat Ini Lebih Banyak Menjual Sistem Dan Market Plane Bukan Produk

Bisnis, MLM, Multi Level Marketing

Seiring perkembangannya MLM (Multi Level Marketing) di Indonesia saat ini lebih banyak menjual sistem pemberian komisi besar saja ketimbang mengedepankan kualitas dan keunggulan produk dalam pemasarannya. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab, pasar dan market yang masih di jadikan sasaran empuk oleh para pebisnis atau pengusaha MLM adalah para mantan MLM yang pernah gagal atau para pemain lama MLM yang selalu gonta-ganti perusahaan MLM yang diikutinya.



Mengapa Orang Gagal MLM masih menjadi Target yang sangat prospektif dalam pemasaran sistem sebuah perusahaan MLM ?

Alasannya sederhana. Orang yang pernah gagal di MLM lebih mudah untuk di rekrut kembali apabila di berikan informasi tentang sebuah sistem atau market plane MLM yang lebih besar keuntungannya dan terlihat lebih mudah untuk di jalankan.

Dan mengapa para pemain lama yang selalu gonta-ganti ikut MLM juga masih menjadi Target penting oleh banyak pebisnis atau pengusaha MLM ? 

Jawaban dari pertanyaan ini juga sederhana. Para pemain lama sangat memungkinkan untuk ikut bisnis MLM lebih dari satu perusahaan, walaupun ada aturan sebagian perusahaan MLM yang melarang keras membernya untuk ikut lebih dari satu perusahaan atau memiliki keanggotaan perusahaan MLM lain setelah menjadi member dalam perusahaan tersebut (aturan kode etik perusahaan MLM).

Alasan ke-2 adalah para pemain lama biasanya dinilai masih memiliki Network yang luas dengan sesama pemain lama dalam MLM. Maka jika salah satu dari mereka bergabung, semua akan juga ikut bergabung, sehingga omset perusahaan akan cepat besar. 

Bahkan ada juga perusahaan yang memang sengaja mencari para pemain lama MLM yang memiliki skil dan kemampuan lebih dalam di dunia MLM, di carinya mereka oleh perusahaan MLM adalah untuk di jadikan Leader puncak langsung perusahaan MLM tersebut, mereka yang terpilih itu tentunya adalah yang memiliki kompetensi dalam segala hal di MLM, baik ilmu, Network (jaringan sesama pemain MLM yang luas) dan daya juang serta kesemangatan yang sangat tinggi. 

Perusahaan bahkan rela membayar mahal untuk bekerja sama dengan para Leader MLM kawakan seperti ini,  bayaran yang sangat besar dan berbagai fasilitas mewah yang di berikan perusahaan adalah senjata utama yang dapat menjadi daya tarik dalam proses lancarnya kerja sama antara perusahaan dengan leader MLM kawakan tersebut, semua fasilitas itu tentunya di berikan tidak cuma-cuma, perusahaan MLM akan memberikan target omset kepada leader MLM pemain kawakan ini sesuai dengan fasilitas yang di berikan. Misalkan: perusahaan MLM memberikan uang 1M kepada leader MLM tersebut dengan konsekwensi leader MLM kawakan harus mampu membangun jaringan dengan omset 10M, seperti itulah contohnya.

Permainan semacam inilah yang dapat menjadikan citra MLM dalam masyarakat semakin menurun, karena cara pemasaran sebuah produk dengan menggunakan sistem pemasaran berjenjang atau MLM bukan lagi mengedepankan produk bermutu dan berkualitas sebagai ujung tombak pemasaran oleh perusahaan MLM, tetapi sistem dan market plane dari perusahaan MLM itu sendiri adalah produk yang di pasarkan melalui para leader yang di suport oleh persahaan.

Dahulu sebuah perusahaan MLM bekerja keras untuk membuat ide dan gagasan disetiap kegiatan produksi untuk menghasilkan produk bermutu agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, tetapi sekarang, banyak perusahaan MLM berlomba-lomba untuk membuat ide dan gagasan baru dalam pembuatan sistem pembagian komisi besar yang lebih menarik dan terkesan lebih mudah untuk di jalankan oleh siapa saja tanpa harus memikirkan kegiatan produksi untuk menghasilkan produk berkualitas.



Tidak ada yang salah dengan MLM.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara pemasaran Produk bermutu melalui MLM, jika konsep yang diterapkan oleh perusahaan MLM tersebut sesuai dengan aturan main sebenarnya yang telah di keluarkan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), diantaranya adalah :
  1. Perusahaan MLM harus memiliki produk yang jelas dan Produk perusahaan MLM adalah produk bermutu dan berkualitas yang ditunjang oleh kelengkapan Legalitas, seperti: memiliki sertifikal Halah MUI, Ijin badan POM, Ijin produksi dan pemasaran dari departemen perdagangan dan industri serta kelangkapan legalitas lainnya.
  2. Perusahaan tidak diperbolehkan menjual atau memasarkan produknya secara konvensional (di jual dalam mall, mini market, pasar dan  warung konvensional) kecuali oleh distributor atau member dari perusahaan yang bersangkutan atau stockist yang ditunjuk oleh perusahaan MLM tersebut.

Tetapi kenyataannya, APLI sendiri masih mengalami kesulitan untuk memberikan tindakan tegas terhadap banyak perusahaan MLM yang tidak mengindahkan kebijakan dan peraturan yang telah di buat oleh APLI sendiri.

Perusahaan-perusahaan MLM yang melanggar ketentuan APLI seakan semakin merdeka untuk menjalankan sistem MLM dengan cara mereka sendiri. Peraturan dan kebijakan yang telah di keluarkan oleh APLI seakan dianggap angin lalu oleh perusahaan MLM tersebut, Perusahaan MLM seperti itu lebih memilih untuk tidak menjadi anggota ApLI dalam tujuan menghindar dari ketentuan atau kebijakan yang telah di buat oleh APLI.

Yang lebih menyedihkan lagi, karena praktek beberapa perusahaan MLM non APLI dalam sepak terjangnya di masyarakat, menyebabkan banyak timbulnya penilaian negatif terhadap MLM, sehingga penilaian Negatif tersebut juga memberikan dampak yang sama terhadap semua perusahaan MLM yang sangat patuh dengan aturan pemerintah dan APLI, yaitu dengan di hubungkannya MLM menjadi sebuah isu sara sehingga sangat banyak melahirkan berbagai kecaman dari kalangan ulama terhadap cara pemasaran berjenjang atau MLM itu sendiri, seperti: "MLM itu bisnis Haram" atau "MLM itu bisnis yahudi".

Padahal munculnya penilaian seperti itu murni karena praktek perusahaan MLM yang hanya menjual sistem atau market plane tanpa produk, sehingga opini negatif tersebar dan memberikan pengaruh buruk terhadap perusahaan MLM lain yang benar. "Karena Nila Setitik, maka rusaklah susu sebelanga" peribahasa ini mungkin lebih tepat sebagai gambaran dari keadaan seperti ini.

Demikianlah teman-teman pencinta bisnis, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan dan opini lebih tepat dan bijak tentang MLM.
Terima Kasih.
Salam Sukses Selalu.
Depok Bisnis Info.

0 komentar:

Post a comment