16 February 2019

Beberapa Sebab Penjual Online Dan Offline di tahun 2019 Gerah

Persaingat bisnis 2019 semakin berat, semua pebisnis mersakan sulitnya mencapai omset yang mereka harapkan. sebagian besar yang merasakan hal ini adalah mereka yang menggerakkan bisnisnya dengan modal seadaanya dan mereka hanya mengandalkan internet.
Coba lihat saja semua hal yang dijual di internet, semua ada dan mudah di cari harganya juga sangat kompetitif hingga konsumen sendiri bingung mau  beli yang ana karena semuanya murah dan kelihatan berkulitas.


Bisnis, Bisnis Online, Bisnis Offline, Omset Bisnis, Omset 2019, Bisnis 2019

Situasi jual beli di internet tahun 2019 memang semakin ramai dari sisi penjual atau pebisnisnya sedangkan dari sisi pembeli atau konsumennya perkembangannya tidak secepat penjualnya. Keadaan ini di picu oleh beberapa faktor diantaranya adalah :

1. Konsumen lebih memilih kembali membeli barang melalui Oflline.
Alasan yang satu ini di sebabkan oleh seringnya konsumen kecewa karena membeli online, menurut mereka lebih baik membeli barang secara offline dengan kualitas barang yang jelas dan pembeli merasa aman karena dapat mudah komplen jika barang yang di belinya rusak atau tidak sesuai expektasi.

2. Konsumen hanya memilih penjual online di lokasi bisnis atau domisili penjual yang jelas.
Kekecewaan konsumen saat membeli barang atau jasa melalui online sebagai pemicu perilaku konsumen seperti ini. Akumulasi kekecewaan dari berbagai macam masalah yang berhubugan dengan jual beli online menjadikan konsumen akhirnya kembali ketat memilih penjual online. setelah mendapatkan banyak data penjual barang yang di butuhkan lalu konsumen akan melakukan langkah ke-2 yaitu survei ke lokasi penjual. Setelah mereka sampai di lokasi penjual konsumen langsung melakukan penilaian apakah penjual sesuai ekspektasi. Jika sesuai maka transaksi akan di lanjutkan dan jika tidak maka konsumen akan memilih kandidat dari penjual yang lain.

3. Keadaan keuangan Pribadi Konsumen dan pendapatan pribadi.
Keadaan keuangan konsumen juga sangat mempengaruhi jual beli secara online dan offline. Rata-rata konsumen saat ini lebih banyak dari karyawan (swasta/PNS) dan sebagian pengusaha. Jumlah pembeli dari bolongan pengusaha, pejabat atau pembisisnis tentu jumlahnya lebih sedikit sedangkan pegawai biasa jauh lebih banyak jumlahnya.

Situasi kantor tempat mereka bekerja sekarang lebih ketat untuk memperoleh uang sampingan karena keadaan sekarang menuntut semua karyawan untuk tidak menerima hadiah dan uang sampingan saat bekerja, ini juga sangat mempengaruhi pendapatan mereka yang bekerja sebagai karyawan. Pendapatan yang mereka peroleh saat ini benar-benar hanya mengandalkan uang gaji sehingga mereka yang bekerja lebih ketat juga mengatur pengeluaran sehingga keadaan ini berimbas pada penurunan daya beli mereka sebagai konsumen.

4. Penjual Online belum memiliki kesiapan modal untuk pelayanan penjualan yang lebih luas.
Modal kembali lagi menjadi hambatan untuk berbisnis, banyak pebisnis online yang masih juga kepentok modal untuk memperluas layanannya hingga ke luar negeri. Masalahnya standar mereka tidak dapat melayani jumlah pembelian yang sangat banyak hasil dari optimasi internet marketing yang di lakukan mereka sendiri, ini terkesan seperti "senjata makan tuan". Simpelnya penjual online yang hebat berhasil melakukan optimasi lalu mereka keteteran sendiri melayani permintaan konsumen yang meledak.

Ada juga sebagian penjual online yang belum siap melayani peembeli luar negeri sehingga mereka lebih memilih melakukan penjualan hanya sebatas dapat konsumen saja dan lokasinya juga dipilih hanya yang dekat atau satu wilayah saja. Keadaannya ini terjadi karena penjual online masih awam dalam persiapan faktor penunjang pelayanan konsumen yang lebih luas.

4 keadaan diatas sebagai penyebab mengapa penjual online terlihat semakin ramai sedangkan omsetnya tetap biasa saja.

Semoga bermanfaat dan semoga tantangan ini dapat di temukan solusinya yang lebih tepat. Terimakasih Dan salam Sukses selalu.

0 komentar:

Post a comment