Golongan Masyarakat Berdasarkan Kemampuan Daya Beli

Golongan, Masyarakat, Berdasarkan, Kemampuan, Daya, Beli


Masyarakat Indonesia berdasarkan kemampuan daya beli di bagi menjadi 3 Golongan, yaitu:

1. Masyarakat Tingkat Bawah
Jumlah golongan masyarakat dengan jumlah terbanyak hampir mencapai 70% dari jumlah penduduk yang tersebar diseluruh propinsi yang ada di Indonesia, mereka yang memiliki penghasilan rata-rata dibawah Rp. 3.000.000,- setiap bulan. Kehidupan sederhana atau bahkan kekurangan masih menjadi ciri khas untuk golongan masyarakat ini, tempat dan domisili masyarakat golongan ini tersebar lebih dominan pada setiap daerah, masyarakat golongan tingkat bawah tidak memiliki pekerjaan tetap untuk pegangan hidup mereka, sulitnya mencari pekerjaan dan kurangnya keahlian serta minimnya pendidikan formal menambah keadaan untuk golongan tingkat bawah sangat sulit untuk berubah hidup agar lebih baik, salah satu cara agar keadaan kehidupan bisa berubah lebih baik adalah dengan diberikannya pelatihan khusus atau pendidikan usaha yang dapat bermanfaat sebagai usaha alternatif penunjang bagi masyarakat golongan bawah ini. Semua ini dapat diwujudkan jika adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah dan disosialisasikan secara serempak sehingga informasi tersampaikan langsung kepada masyarakat yang bersangkutan.

2. Masyarakat Tingkat Menengah.
Golongan masyarakat menegah dengan jumlah 20% dari jumlah penduduk Indonesia memiliki penghasilan lebih dari Rp. 3.000.000,- dan kurang dari Rp. 7.000.000,- Profesi atau pekerjaan masyarakat dari golongan ini adalah buruh dan karyawan biasa dengan berbagai macam jenis pekerjaan.
Minimnya penghasilan yang didapatkan oleh masyarakat pada golongan menengah, atau tidak sesuainya antara pendapatan setiap bulan dengan pengeluaran yang harus dibelanjakan setiap bualan masih mewarnai kehidupan masyarakat pada golongan ini, mengapa ini terjadi ?
Pada masyarakat golongan menengah masih banyak yang melakukan pinjaman atau hutang dalam mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga penghasilan yang didapatkan masih harus dibagi untuk kebutuhan membayar hutang setiap bulan, apa saja kebutuhan pada masyarakat golongan ini dengan cara berhutang, yaitu:
  • Biaya cicilan rumah.
  • Biaya cicilan kendaraan.
  • Biaya cicilan kebutuhan sekolah anak.
  • Biaya cicilan hutang kartu kredit, hutang BPR, atau hutang lainnya seperti pola kehidupan tambal sulam atau gali lobang tutup lobang.
3. Masyarakat Tingkat Atas.
Golongan Masyarakat Tingkat atas di Indonesia mencapai 10% dari jumlah seluruh penduduk yang ada, rata-rata mereka memiliki profesi sebagai pengusaha atau memiliki usaha sendiri atau bekerja sebagai karyawan dengan golongan yang lumayan dan kedudukan yang lumayan ditempat bekerjanya. Masyarakat pada golongan atas juga banyak berada pada profesi Entrepreneur dan Artis. Walaupun jumlah masyarakat golongan atas berjumlah sedikit perputaran ekonomi sangat ditentukan oleh mereka, tempat tinggal dan domisili mereka yang berada pada golongan atas juga tersebar pada semua proprinsi yang ada di Negeri ini, biasanya mereka cenderung memiliki tempat kediaman atau tempat tinggal lebih dari satu, dan lebih memilih daerah perkotaan sebagai pilihan untuk tinggal dan menetap, karena alasan aktivitas sehari-hari. Daya beli dan kemampuan pada golongan masyarakat ini masih sangat mempengaruhi perputaran ekonomi yang ada di Indonesia. Masyarakat pada golongan atas memiliki penghasilan yang tidak terbatas dan tidak terdata dengan jelas dan otentik, tetapi jika di rata-ratakan pendapatan mereka bisa menjapai nominal antara Rp. 20.000.000,- ke atas.