Memberikan Restu Istri Untuk Bekerja dan Berbisnis Itu Baik

Bisnis, Info, Istri, Bekerja, Sosial

Bekerja atau melakukan aktivitas bisnis adalah hak semua orang, baik laki-laki atau peremuan, karena menjadi manusia yang produktif adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan hidup yang harus di manfaatkan agar maksimal. Bekerja atau berbisnis yang dapat memberi manfaat untuk  diri, keluarga dan lingkungan adalah suatu hal yang sangat baik dalam kehidupan sebagai hamba terhadap penciptaNYa.

Untuk Laki-laki.
Bekerja dan berusaha untuk laki-laki adalah kewajiban mutlak yang tidak bisa di tawar, sebab laki-laki adalah pemimpin rumah tangga yang memiliki kewajiban untuk memberi nafkah secara rutin terutama pada istri atau pasangannya. Memberikan nafkah dengan cara yang baik dan halal akan memberikan keberkahan tersendiri terhadap keluarga, besar atau kecilnya pemberian nafkah itu akan mengandung nilai manfaat dan keberkahan jika di syukuri, selain itu laki-laki akan memiliki wibawa sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, jika mampu memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya dalam mencari nafkah, inilah "Laki-laki sejati sesungguhnya".

Untuk Wanita.
Bekerja dan berusaha untuk kaum wanita atau perempuan juga sama, tidak ada yang boleh untuk melarang ataupun menghalangi sorang wanita jika ingin bekerja dan berbisnis, hak azasi wanita telah mengatur banyak hal tentang situasi ini. Kita harus banyak belajar dari beberapa pejuang wanita yang sangat konsen terhadap persamaan hak dalam hidup, misal saja RA. Kartini, beliau adalah salah satu contoh wanita mandiri yang memiliki dedikasi terhadap keluarga dan cara pandang maju terhadap diri sebagai wanita, menjadi wanita bermanfaat yang bukan hanya selalu mengurusi dapur, sumur dan kasur telah banyak di contohkan oleh salah satu pahlawan wanita kebanggaan Indonesia ini.

Melaksanakan Hak dan Kewajiban sempurna.

Dalam kehidupan rumah tangga baik laki-laki atau perempuan jika pelaksanaan hak dan kewajiban masing-masing dapat dilakukan secara sempurna, maka kemungkinan akan terjadinya pergesekan dalam rumah tangga akan terhindari, karena hukum sebab akibat dalam rumah tangga adalah faktor utama terbentuknya situasi yang nyaman ataupun yang tidak nyaman dalam keluarga tersebut.

Keutamaan untuk laki-laki dan wanita dalam hidup rumah tangga adalah kepandaian dalam memberikan "kewajiban" kepada pasangan masing-masing, barulah menuntut hak untuk diri masing-masing. Dengan memberikan kewajiban yang sempurna kepada pasangan masing-masing akan menghasilkan kesadaran diri yang sangat baik, sehingga secara otomatis Hak masing-masing akan bertemu sesuai porsi yang di inginkan. 

Suami yang telah memberikan kewajibannya dengan cara dan upaya maksimal, tetapi ternyata masih belum memberikan hasil yang maksimal untuk pasangannya, maka laki-laki atau suami itu harus rela dan ikhlas memberikan hak istri untuk ikut membantu mencari nafkah dalam menyempurnakan kekurangan akan kebutuhan hidup, istri wajib diberikan restu untuk berbisnis atau bekerja atas keinginannya sendiri bukan hasil paksaan suaminya.

Sekali lagi, berikan kewajiban yang sempurna untuk pasangan masing-masing, barulah menuntut hak untuk diri masing-masing. 

Hidup ini simpel, dan mudah jika kita membuatnya mudah, dan hidup ini akan rumit jika kita juga yang membuatnya menjadi rumit.

Yang paling penting adalah, jadilah suami atau  istri yang baik dan berusahalah berperan sesuai dengan porsi yang tepat atas perintah Allah, maka apa yang kita berikan untuk pasangan hanya semata-mata bentuk pengabdian sebagai hamba atas penciptaNya.

Selalu bersyukur adalah keutamaan dalam menciptakan keluarga bahagia, karena kebahagiaan yang hakiki bukan berapa besar dan banyak kekayaan yang berhasil dikumpulkan setiap bulan, tetapi saling mengasihi dan menyayangi dengan ketulusan adalah bagian terpenting dari segalanya.