Sudahkah Anda Mengucapkan Terima Kasih Pada Istri Hari ini ?

Terima Kasih, Istri, Sosial

Terima Kasih, walau hanya sebuah ungkapan atau ucapan karena telah mendapatkan sesuatu dari orang lain, peranan ucapan terima kasih merupakan bentuk syukur pada Tuhan, karena atas kehendakNya, maka orang yang ada disekitar kita mau melakukan sesuatu untuk kita.

Kebaikan dan layanan yang telah diberikan oleh siapun kadang kita tidak pernah lupa untuk mengucapkan kata sederhana ini, tapi tahukah anda ? ucapan terima kasih yang sering kita keluarkan melalui ucapan kita ternyata jumlahnya lebih banyak jika di bandingkan ucapan terima kasih kepada istri atau pasangan kita di rumah.

Contohnya hari ini saja, jika boleh saya bertanya, sudah berapa kalikah ucapan terima kasih kita berikan untuk istri sejak kita pulang kantor tadi ? atau bagi anda yang bekerja di rumah,  sudah berapa kali ucapan ini kita katakan  untuk istri  sejak pagi  ?

Jika belum atau terlupa, maka kejarlah dia, lalu bisikan ditelinganya, dengan lembut ucapan ini "Terima Kasih".

Mengapa ini harus di lakukan ?

Tahukah kita apa yang dikerjakan istri yang baik ketika suaminya pergi dari rumah untuk berangkat bekerja ?
Atau bahkan anda yang bekerja di rumah lebih tau dan menjadi saksi, apa yang dikerjakan istri kita di rumah ?

Istri pasti bangun lebih dulu dibandingkan kita, lalu dia langsung bekerja, mempersiapkan segala urusan rumah tangga, memasak, mencuci, membersihkan semua yang kotor dalam rumah kita, mempersiapkan sarapan pagi, mempersiapkan segala keperluan pakaian semua orang yang ada dalam rumah kita. 
Maaf bukan untuk bermaksud kasar, jika boleh saya mau bertanya lagi pada kita semua, apakah ini kewajiban seorang istri terhadap suami ? 
Apakah ini yang di katakan banyak orang sebuah pengabdian sebagai istri untuk suaminya tercinta ?

Bahkan banyak para suami yang terkadang masih merasa kurang cukup dengan pelayanan extra VIP ini dari istrinya, sehingga mereka melakukan sesuatu yang sangat menyakiti, baik dari ucapan gerakan dan kadang dengan tindakan kasar tanpa sebab yang jelas, karena merasa sebagai suami atau pimpinan keluarga yang harus berwibawa dan di hormati.

Apakah tindakan seperti ini benar ?

Sekedar mengingatkan kembali.
Istri adalah seorang wanita terbaik hasil pilihan diri sendiri, dia sebenarnya tidak akan mau berumah tangga dengan kita jika kita tidak mengejar dan berusaha untuk mendapatkannya waktu itu, karena rayuan dan pujian kitalah akhirnya diapun jatuh cinta kepada kita dan memutuskan setuju untuk menikah dan hidup bersama dengan kita, yang ada dalam pikirannya saat itu adalah dia beranggapan telah menemukan seseorang yang menyayangi dan mencintai dirinya dengan tulus dan dia merasa saat itu telah menemukan orang yang tepat untuk berlindung dan begantung dalam hidup dan masa depannya yaitu kita suaminya.

Tapi apa yang terjadi seiring waktu berjalan, semakin lama hidup bersama dan melalui segalnya bersama, bersamaan itu juga sikap dan prilaku kita sebagai suami juga ikut berubah, kita berubah seperti menjadi orang yang tidak dikenal lagi oleh istri kita, keromantisan sudah hilang, panggilan sayang jarang terdengar lagi, bahkan hal yang sangat sederhana saja jarang kita lakukan yaitu ucapan "Terima Kasih" padanya, karena dia telah mengurus rumah kita, karena dia telah mengurus anak-anak kita dan karena dia mau dan selalu ikhlas menghabiskan seluruh hidupnya hanya dirumah dan menunggu rumah, itupun dia lakukan hanya untuk kita suaminya.

Teman, mari kita renungkan ...

lalu temui istri tercinta kita..

dan ucapkan sekali lagi dengan lebih lembut, sambil memeluknya dengan erat lalu katakan pada telinganya "Terima Kasih, karena telah menjadi istri yang hebat".